Perayaan Hari Doa Sedunia 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

16
Hari Doa Sedunia dirayakan di GKPS Cikoko, Jakarta Selatan.

Narwastu.id – Komisi Perempuan PGI (Persekutuan Gereja-gereja dinIndonesia) Wilayah DKI Jakarta melaksanakan ibadah Hari Doa Sedunia (HDS) di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Cikoko, Jakarta Selatan, pada Jumat, 5 Maret 2021 lalu. Karena diadakan di tengah pandemi, ibadah dilaksanakan tidak hanya onsite dengan jumlah jemaat yang terbatas, tetapi juga live di akun YouTube resmi GKPS TV, dan Zoom. Hadir pula St. Posman Simarmata selaku Pimpinan Majelis GKPS Cikoko.

Acara yang dipandu Tasya Simanjuntak ini, diawali doa pembukaan dan penelaahan Alkitab yang dipimpin MPH PGI Wilayah DKI Jakarta-Unsur Perempuan Pdt. Wanti Sopaheluwakan. Penelaahan Alkitab diambil dari bagian Alkitab yang sama dengan tema HDS 2021, yakni dari Matius 7:24-27 tentang perumpamaan dua orang yang membangun rumah di atas dasar yang berbeda. Teks utama dalam Alkitab untuk program Hari Doa Sedunia di Vanuatu berangkat dari konteks pengajaran Yesus, yang berisi pedoman tentang upaya yang harus dilakukan untuk menjadi bagian dari kerajaan sorga. Memilih tanah untuk membangun rumah merupakan keputusan penting bagi masyarakat di negara tersebut.

Kombinasi pertimbangan medan dan iklim sangat penting di negara kepulauan tropis yang terletak di Samudera Pasifik Selatan yang rentan terhadap gempa bumi, siklon, letusan gunung berapi, dan naiknya permukaan air laut Topan Harold, yang melintasi Pasifik dan menghancurkan banyak pulau di sekitarnya. Sebagai kesimpulan dari Penelaahan Alkitab itu, Pdt. Wanti menyampaikan sebagai perempuan dan pemimpin dalam kehidupan masing-masing, kita harus bangkit melawan segala bentuk kekerasan untuk membangun masyarakat baru yang lebih adil, damai dan takut akan Tuhan.

Karena dengan Tuhan segala sesuatu mungkin bagi mereka yang percaya. Dalam khotbahnya, Pdt. Elfrida Saragih menekankan bahwa kekuatan kita dalam menghadapi goncangan kehidupan ternyata tidak ditentukan oleh fisik kita, namun ditentukan oleh seberapa dalam hubungan kita dengan Tuhan yang menjadi dasar, yang menjadi fondasi kehidupan kita. “Jangan kita menjadi orang percaya tapi actionnya tidak ada. Firman memang harus kita pahami dengan baik, jangan berhenti di otak saja namun harus menyentuh kehidupan kita dan menjadi perilaku kita,” tandasnya.

Ketua Komisi Perempuan PGI Wilayah DKI Jakarta, Nory Mangindaan dalam sambutannya mengatakan, tema HDS 2021 ini menolong iman, doa dan harap kepada Tuhan memampukan kita untuk menghadapi seluruh masalah hidup kita. Tema juga menolong kita untuk berdoa agar setia dalam membangun rumah kita serta untuk turut serta dalam berjuang bagi para perempuan, khususnya yang terdekat.

Sedangkan mewakili Biro Perempuan dan Anak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (BPA-PGI), Ridayani Damanik dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini perempuan juga berjuang dengan isu perkawinan anak di bawah umur yang sedang marak.

“Perempuan Vanuatu mengajak setiap orang di 174 negara untuk membangun di atas dasar yang kuat. Kita berterima kasih kepada mereka yang telah mengajak kita bersyukur kepada Tuhan menjaga ciptaan. Sehingga di manapun kita harus jadi berkat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” katanya.

Ibadah diisi dengan tari-tarian yang mengiringi prosesi ibadah dan petugas ibadah yang membawa Alkitab, lilin, bendera Vanuatu, kalung dan bunga. Paduan suara virtual juga turut meramaikan Perayaan HDS 2021 tahun ini, antara lain Komper PGIW Jakarta Pusat, Komisi Perempuan HKBP Jakarta Selatan, PKP GPIB Jemaat Bukit Moria, Pengurus Wanita GKPS Cikoko, Pelkat PKP Mupel Jaksel, dan Paduan Suara PGIW Sektor Jakarta Selatan. GD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here