Mantan Anggota DPR-RI Sedih Koran Nasional “Suara Pembaruan” Tutup

166
Koran nasional "Suara Pembaruan" itu tutup pada awal 2021 ini.

Narwastu.id – Pada Jumat, 29 Januari 2021 ini koran nasional yang sudah berusia 34 tahun, yaitu “Suara Pembaruan” akhirnya dinyatakan pihak manajemennya tutup. Koran berpengaruh dan sering dijadikan banyak pihak sebagai referensi ini selama ini dikenal naaionalis, bernafas Kristiani dan independen. Dan berulang kali koran yang sempat terbit sore ini mendapat penghargaan karena kualitas tulisannya, seperti penghargaan untuk tajuk rencana atau editorial. Suara Pembaruan selama ini amat konsisten mempublikasikan tentang persatuan dan kesatuan bangsa, nilai-nilai kemanusiaan, kerukunan dan perdamaian, serta tegas mengkritisi masalah korupsi, intoleran dan penyalahgunaan jabatan oleh pihak yang berkuasa.

Mantan anggota DPR-RI St. Bertha Purba Saragih, S.PAK.

Tak heran, karena Suara Pembaruan selama ini menjadi bacaan yang bermanfaat bagi banyak pihak serta berwawasan nasional, ada banyak pihak menyatakan prihatin dengan tutupnya koran ini. Salah satu pembaca Suara Pembaruan yang menyatakan sedih dengan tutupnya koran Kristiani ini adalah St. Bertha Purba Saragih, S.PAK, mantan anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS). Bertha Saragih menyebut saat ia aktif sebagai anggota dewan ia selalu menjadikan Suara Pembaruan sebagai bacaan hariannya untuk mengetahui perkembangan di tengah masyarakat. Dan hingga ia pensiun ia sering menyimak isi koran ini. Dan menurut anggota jemaat GKPS Cikoko Jakarta Selatan ini, banyak manfaat yang diperoleh bila kita menyimak Suara Pembaruan, dan ilmu bertambah bila membacanya. “Sayang sekali koran itu tutup. Sebelumnya koran Sinar Harapan sudah tutup juga (pada akhir 2015),” ujar salah satu Peasihat Majalah NARWASTU yang produktif menulis di usianya yang sudah kepala 8 itu.

Akademisi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Dr. Antie Solaiman pun menyampaikan prihatin atas tutupnya koran nasional ini. “Tantangan saat ini mungkin berat, dan ini membuat Suara Pembaruan tutup apalagi dengan banyaknya media online saat ini. Tutupnya koran ini tentu menyedihkan kita, dan kita harapkan ada yang bisa membantu Suara Pembaruan supaya bisa terbit lagi,” ujar Antie Solaiman tentang Suara Pembaruan yang punya motto “Memihak Kebenaran” dan terakhir bergabung di manajemen  Berita Satu Media Holdings itu. KL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here