Laksdya TNI (Purn.) Fred Lonan Termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2011 Pilihan NARWASTU”

21
Laksdya TNI (Purn.) Fred Lonan. Pemikir dan ahli strategi militer.

Narwastu.id – Sepanjang tahun 2011 ini, banyak peristiwa menarik di bidang sosial, politik, kemasyarakatan, ekonomi, budaya, pendidikan dan media massa yang terjadi di negeri ini. Bersamaan dengan itu pula banyak muncul tokoh yang terlibat atau bersentuhan dengan aneka peristiwa tersebut, termasuk tokoh-tokoh dari kalangan Kristiani. Dalam kaitan itulah, pada akhir 2011 ini, kembali Majalah NARWASTU memilih tokoh-tokoh Kristiani “pembuat berita” (news maker).

Ada tiga kriteria yang dipatok untuk menempatkan seseorang itu agar jadi “tokoh pembuat berita” pilihan Majalah NARWASTU. Pertama, si tokoh mesti populer dalam arti yang positif di bidangnya. Kedua, si tokoh mesti peduli pada persoalan warga gereja, masyarakat dan nasionalis (Pancasilais). Ketiga, si tokoh kerap muncul di media massa, apakah karena pemikiran-pemikirannya yang inovatif atau ide-idenya kontroversial. Alhasil, si tokoh kerap menjadi bahan perbincangan di tengah jemaat serta menjadi sumber inspirasi dan motivasi.

Bagi tim Majalah NARWASTU tak gampang untuk menempatkan seseorang menjadi “tokoh Kristiani pembuat berita”. Soalnya, kiprah mereka pun mesti kami ikuti lewat media massa, khususnya media Kristen, termasuk mencermati aktivitasnya dan menelisik track record-nya. Pada akhir 2011 ini, kembali kami pilih “20 Tokoh Kristiani Kristiani Pembuat Berita Sepanjang 2011”. Figur yang kami tampilkan ini, seperti tahun-tahun yang lalu, ada yang berlatar belakang gembala sidang, tokoh lintas agama, pengusaha, pengacara, aktivis HAM, pemimpin gereja, aktivis gereja, pimpinan ormas, aktivis LSM dan politisi.

Dari deretan 21 tokoh yang sudah diseleksi redaksi Majalah NARWASTU secara ketat dari 148 nama yang terpilih, yaitu Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M. (Anggota DPR-RI), U.T. Murphy Hutagalung, MBA (Pengusaha), Edwin P. Situmorang, S.H., M.H. (Jaksa Agung Muda Intelijen di Kejaksaan Agung RI), Laksdya TNI (Purn.) Fred Lonan (Mantan Wakil Gubernur Lemhanas), Anthony Putihrai (Pengusaha dan aktivis Full Gospel Business Mens Fellowship International/FGBMFI), Ir. Chandra Tedja, M.Sc (Pimpinan Alpa Omega), Ir. Edward Tanari, M.Si (Salah satu Ketua Perkumpulan Senior GMKI), Ronny Tambayong, S.E. (Direktur Utama PT. HMT) dan Ev. Daniel Pandji (Pengurus Jaringan Layanan Doa Nasional).

Juga Jhon S.E. Panggabean (Pengacara), Ir. Suyapto Tandyawasesa, M.Th (Bendahara BPH Sinode GBI), Eddy Soesanto (Pengusaha), Drs. Sahrianta Tarigan, M.A. (Anggota DPRD DKI Jakarta),   Drs. S. Laoli, M.M. (Bupati Kabupaten Nias), Pdt. Jefry Tambayong, S.Th (Aktivis Anti Narkoba dan HIV/AIDS), Drs. Neken J. Sembiring (Pengusaha), Dating Palembangan, S.E., M.M. (Wakil Ketua MPO GAMKI), Dwi Ryanta Surbakti, MBA (Anggota DPRD DKI Jakarta), Jackson A.W. Kumaat (Politisi muda), Gustaf Dupe, S.H. (Sekretaris Umum FKKJ) dan Tilly Batubara Wullur (Sesepuh PWKI).

Masih ada sebetulnya sejumlah nama yang pantas diposisikan sebagai “Tokoh Pembuat Berita Sepanjang Tahun 2011”, namun kami batasi hanya memuat 21 profil tokoh. Kami menampilkan profil singkat ke-21 tokoh pembuat berita ini di Majalah NARWASTU Edisi Khusus Desember 2011-Januari 2012 ini sebagai bentuk apresiasi (penghargaan) kami atas perjuangan mereka selama ini di tengah gereja, masyarakat dan bangsa. Harapan dan doa kami kiranya kiprah mereka selama ini bisa memberikan inspirasi, motivasi, pencerahan dan pencerdasan untuk kebaikan gereja, masyarakat dan bangsa ini.

Boleh-boleh saja pemilihan para tokoh ini dianggap subjektif, tapi percayalah, kami sudah berupaya objektif untuk menampilkannya. Memang kami tak bisa memuaskan semua pihak dengan menampilkan tokoh-tokoh lainnya dalam “21 tokoh” ini. Dan amat manusiawi kalau tokoh-tokoh yang tampil ini punya kekurangan, karena mereka bukan orang suci atau malaikat. Di tengah redaksi majalah ini tak jarang muncul perdebatan tentang figur seseorang saat namanya dimunculkan. Untuk diketahui, kami menghindari agar dalam “21 tokoh” edisi kali ini tak ada “orang dalam” dari Majalah NARWASTU, seperti penasihat, meskipun kami akui ada penasihat majalah ini yang layak masuk dalam “21 tokoh” itu.

Kiranya melalui tulisan ini kita bisa melihat sisi positif atau nilai-nilai juang dari figur ke-21 tokoh ini. Kepada mereka yang termasuk dalam “21 tokoh” ini, kami sampaikan pula bahwa inilah hadiah Natal terindah dari kami sebagai insan media Kristiani kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang selama ini telah ikut berupaya membentuk karakter bangsa ini. Akhirnya, kami sampaikan, selamat Hari Natal 2011 dan Tahun Baru 2012. Selamat menyimak, Tuhan memberkati kita semua, syalom.

Para tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU yang religius, inspiratif dan Pancasilais.

Mantan Wakil Gubernur LEMHANAS yang Peduli Gereja

Pria berdarah Manado ini pernah mendapat jabatan prestisius di negeri ini. Misalnya, Laksamana Madya TNI (Purn.) Fred Lonan pernah dipercaya sebagai Wakil Gubernur LEMHANAS (Lembaga Ketahanan Nasional) dan Wakasal (Wakil Kepala Staf Angkatan Laut). Pria yang berjemaat di Gereja GEKARI (Gereja Kasih Karunia), Jakarta, ini merupakan lulusan AKABRI I pada 1970. Dalam riwayat pendidikannya, di dalam negeri ia pernah aktif di Diklapa I & II, SESKOAL dan LEMHANAS.

Sedangkan di luar negeri ia pernah tugas belajar untuk Senjata Taktik Tempur Laut di Belanda, Swedia dan Italia. Sedangkan untuk Grand Strategi ia pernah belajar di Joint Services Staff College (SESKO-GAB) di Australia. Selain itu, ia pernah dipercaya petinggi TNI sebagai komandan berbagai tipe Kapal Perang (KRI), Komandan Satuan Kapal Escort (Destroyer/Fregat), Kepala Staf Kolinlamil, Kepala Staf Armada Kawasan Timur dan Asops Kasal. Hingga terakhir ia menjabat sebagai Wakil KSAL dan Wakil Gubernur LEMHANAS.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos saat diwawancarai wartawan TV, online dan media cetak di Jakarta pada awal Januari 2019 seusai memberi penghargaan pada “21 Tokoh Kristiani 2018.”

Fred Lonan adalah seorang nasionalis, intelektual dan gigih memperjuangkan nilai-nilai Pancasila agar dilestarikan di negeri tercinta ini. Lantaran kecerdasannya, oleh pengurus Forum Diskusi Daniel Indonesia (FDDI), Dr. Eliezer H. Hardjo, Ph.D ia diajak menjadi salah satu pengurus dalam Tim 7. FDDI kini diasuh oleh 7 tokoh dari berbagai latar belakang, seperti Eliezer Hardjo, Pdt. DR. Nus Reimas, Laksma TNI (Purn.) Bonar Simangunsong, M.Sc, Marsma TNI (Purn.) Ibnu Kadarmanto,  Arion M. Hutagalung, S.H., dan Jonro I. Munthe. FDDI sudah hampir dua tahun aktif membekali tokoh-tokoh muda Kristiani lewat diskusi-diskusi yang digelar secara rutin.

Fred Lonan banyak memberikan gagasan di FDDI, sehingga forum diskusi ini semakin kaya akan pokok-pokok pikiran yang terasa mencerahkan. Di samping itu, akhir-akhir ini ia sering diundang berbicara di kalangan komunitas Kristiani, misalnya, DPP PIKI, PERWAMKI, PGI Wilayah DKI Jakarta, LPMI, dan sekarang ia aktif di MUKI DKI Jakarta. Bahkan, oleh PGI Wilayah DKI Jakarta ia telah ditunjuk sebagai Ketua Panitia Jakarta Oikoumene Center. Pemikiran-pemikiran Fred Lonan cukup bernas dan tajam.

Saat berbicara di sebuah acara diskusi DPP PIKI dan PERWAMKI di Gedung PGI, Jakarta Pusat, pada awal 2011 lalu, ia banyak menyoroti masalah pengangguran, kemiskinan, bencana alam, kepemimpinan dan krisis moral yang melanda negeri ini. Persoalan mendasar di Indonesia sekarang, imbuhnya, adalah masalah kepemimpinan. “Dulu di era Orde Baru berkuasa, tidak ada RAT (Radikalisme, Anarkisme dan Terorisme) seperti yang marak terjadi sekarang,” tegasnya.

Ia menambahkan, ketika Pak Harto dan Jenderal Benny Moerdani memimpin, ada keberanian menindak RAT, sehingga tidak muncul menjadi besar seperti sekarang. “Perlu ketegasan dalam memimpin. Sekarang kita lihat juga ada Peraturan Daerah (Perda) dari agama tertentu yang diberlakukan di sejumlah daerah, ini dikemas sedemikian rupa. Ini menimbulkan masalah. Makanya, selalu muncul suara-suara dari parpol Kristen untuk menyuarakan masalah ini. Apalagi kebebasan beribadah terasa sulit,” paparnya.

Menurutnya, gereja harus ikut berperan dan berdoa untuk pemulihan bangsa ini. Ia juga kerap mengkritisi pendeta-pendeta yang terjun ke dunia politik. Menurut Fred Lonan, kalau ada pemimpin gereja yang mewarnai politik, itu lumrah, agar ia tahu pula apa yang perlu diupayakan untuk kepentingan umat. “Ada Desmon Tutu (Afrika) dan Pastur Sint (Filipina) yang ikut mewarnai politik, padahal mereka agamawan. Para pimpinan gereja perlu tahu apa itu politik, asal jangan berpolitik praktis. Pimpinan gereja perlu tahu soal perundang-undangan di tengah bangsa kita yang menyangkut kepentingan umat,” terangnya.

Dalam sebuah acara diskusi FDDI, Fred Lonan pernah memaparkan sejarah konflik Israel dan Palestina. Ia menyampaikan bahwa secara geografi Israel berada di tengah-tengah bumi ini. “Israel amat kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Timur Tengah,” ujarnya. Sembari mengutip ayat Alkitab dari Kejadian 12:7, ia mengatakan, negeri itu (yang kini diduduki Palestina) diberikan kepada Israel. Lalu dikutip juga Kejadian 17:21, termasuk cerita tentang bangsa Israel yang pernah eksodus ke Mesir. Berbicara tentang nubuat kemerdekaan Israel, katanya, sudah ada ditulis di Yeheskiel 34:13 dan Yeheskiel 37:21.

Israel, kata Fred Lonan, merupakan bangsa yang bisa mempengaruhi kebijakan-kebijakan politik dan ekonomi di dunia, melalui orang-orang Yahudi yang ada di Amerika Serikat dan Eropa. Akibat konflik Israel dan Palestina di Timur Tengah, katanya, memang berdampak pada kebijakan luar negeri Indonesia. Padahal di era Presiden RI Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) pernah terjalin komunikasi dengan pemimpin Israel. “Barangkali kalau Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden RI, hubungan Indonesia dengan Israel akan terjalin baik. Namun yang terjadi sekarang adalah, adanya semangat perang untuk Israel dari sejumlah orang-orang di Indonesia,” terang Fred Lonan yang pernah disebut-sebut sebagai sosok yang layak jadi Menteri Pertahanan dan Keamanan, karena kemampuan dan pengalamannya yang mumpuni.

Sekretaris Majelis Pertimbangan PGI Wilayah DKI Jakarta, Pdt. Marihot Siahaan, S.Th, pernah memuji Fred Lonan seorang jenderal purnawirawan yang punya kemampuan teologi luar biasa. Bahkan, Pdt. Marihot menuturkan, saat ia sekolah teologi dulu tak peranh mendapat pelajaran yang detail soal sejarah konflik Israel dan Palestina. Makanya, Fred Lonan, katanya, layak dianugerahi guru besar teologi, dan kemampuannya tak kalah dari Jenderal T.B. Simatupang yang dikenal seorang pemikir, teolog dan ahli strategi militer. Fred Lonan mengatakan, ia banyak tahu tentang Timur Tengah lewat penelitian dan bacaan, yang kemudian disimpulkan dalam sebuah pemaparan yang objektif dan religius. HJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here