Prediksi Saya Pasca Pandemi Covid-19

* Oleh: Pdt. Rachman Tua Munthe, M.Th

347

Narwastu.id – Prediksi saya ini terinspirasi setelah saya mengikuti Konvent HKBP Distrik XXVIII Deboskab yang dipimpin Praeses Pdt. Drs. Berlin Tamba, M.Div melalui fasilitas Zoom pada Mei 2020 yang lalu. Bahwa saya yakin pasca pandemi Covid-19, akan terjadi hal-hal baik di bawah ini dalam hidup di dunia ini. Antara lain: (1) KESEHATAN akan LEBIH DIHARGAI dan diusahakan secara umumnya dalam kehidupan kita manusia. Orang akan semakin peduli menjaga kesehatan fisik dan psikisnya serta memahami mahalnya harga kesehatan. Bahwa kesehatan tidak dapat dibeli, walau supaya sehat  dapat dijaga serta dilakukan petunjuk-petunjuk untuk tetap sehat.

Para medis akan lebih dihormati dan dianggap sebagai perpanjangan “tangan Allah” memberi kesehatan, kebebasan dari penyakit. Kesehatan satu paket dengan kehidupan yang berguna, produktif, inovatif. Kehilangan kesehatan dapat berarti hilang segala-galanya dalam hidupnya. Lebih berat dari kehilangan harta yang melimpah sekali pun. (2) PEMAKAIAN TEKNOLOGI INTERNET akan TETAP dibutuhkan sebagai alat komunikasi dalam berbagai kegiatan penting. Misalnya, walaupun nantinya persekutuan umat percaya, seperti beribadah, sermon dan lain-lain telah dapat dilakukan dalam gedung gereja atau rumah ibadah, sebagian jemaat akan tetap meminta dilayani melalui internet, seperti pada masa social distancing “di rumah saja” sekarang ini. Yaitu oleh jemaat yang berhalangan, tidak sempat waktunya atau sakit dirawat di rumah atau rumah sakit.

Karena pelayanan lewat teknologi digital tidak terikat pada jarak dan satu tempat atau ruang dan waktu. Seperti “Video Tata Ibadah” yang di-share melalui Youtube, dll. Bisa saja, seperti Konvent Deboskab kali ini yang diikuti semua pendeta pelayan fulltimer se-DEpok, BOgor, Sukabumi dan KAlimantan Barat (Deboskab). Padahal selama ini dengan kehadiran langsung hanya diikuti  peserta keluarga pendeta DEBOS (Depok, Bogor, Sukabumi-Jawa Barat),  yang dilaksanakan 1 x 1 bulan dengan tuan rumah gereja-gereja di Deboskab secara bergantian. Dan keluarga pendeta di Kab (Kalimantan Barat) dilaksanakan 1 x 3 bulan. Karena kehadiran langsung se-Deboskab di satu tempat biayanya besar (antara Jawa dan Kalimantan).

Lalu (3) ILMU PENGETAHUAN (science) atau SAINS akan semakin DIPAHAMI manusia di dunia ini betapa pentingnya. Karena keterbatasan sains-lah, maka penyebaran Covid-19 melanda dunia, banyak manusia yang positif terinfeksi virus corona dan ada yang meninggal, walau banyak yang sembuh. Para ahli saintifik belum dapat segera menemukan obat dan vaksin mengatasi Covid-19. Walau keterlambatan ini ada dampak positif dalam kehidupan manusia seperti menghilangkan polusi udara di kota-kota yang di lockdown, yang lengang dari mobil, motor dan dari limbah pabrik karena ditutup, orang tidak mencemari sungai karena di rumah saja. Hutan beberapa bulan tumbuh subur karena berhenti penebangan pohon-pohon.

Kita belum tahu pastinya kapan mulai normal kembali kehidupan manusia di dunia ini. Semoga secepatnya. Media memberitakan sudah ada para ahli peneliti pandemi memprediksi waktu berlalunya Covid-19 ini di berbagai negara dunia ini. Ada yang memproduksi vaksin dan obat secara besar-besaran. Kita mengetahui segala sesuatu ciptaan Allah di dunia ini, langit dan bumi akan berakhir. Jadi akhir pandemi corona ini juga prediksi saya pasti terjadi. (Depok, Jawa Barat, 3 Juli 2020).

* Penulis adalah mantan Kepala Biro Informasi Kantor Pusat HKBP, mantan Praeses HKBP Sumbagsel dan pernah melayani di Gereja HKBP Sudirman Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here