Wabah Covid-19 Jangan Sampai Membuat Kita Depresi

38
Akibat wabah corona Covid-19 banyak orang depresi.

Narwastu.id – Merajalelanya wabah Covid-19 secara global mampu meluluhlantakkan semua sendi kehidupan. Kita yang terbiasa hidup normal mulai dari bekerja, sekolah, kuliah, berbisnis, beribadah, dan berinteraksi sosial dengan rekan sejawat akhirnya semua terhenti dalam kurun waktu yang sangat cepat dan tidak terduga. Kini rutinitas terpaksa harus dilakukan di rumah. Rumah yang biasanya hanya sebagai tempat transit untuk tidur kini disulap sebagai tempat untuk bekerja, sekolah, kuliah, beribadah dan tempat kumpul dengan anak dan istri/suami, yang sebelumnya minim punya waktu berkualitas dengan mereka.

Kehidupan normal yang mengalami perubahan secara cepat menandakan bahwa manusia sama sekali tidak memiliki kuasa atas waktu, tempat dan peristiwa. Manusia memang bisa berencana namun tetap ada tangan Sang Maha Kuasa yang menetapkan setiap langkah kita. Covid-19 memang berhasil memporakporandakan semua sektor kehidupan. Betapa tidak, pebisnis travel yang mungkin punya omset sehari bisa menghasilkan ratusan juta rupiah, kini hanya dapat meraih puluhan juta. Karena kondisi yang terus berlarut akhirnya harus gulung tikar. Belum lagi perusahaan yang bergerak dalam bidang retail terpaksa mengambil jalan memberhentikan seluruh karyawannya. PHK besar-besaran pun terjadi, sehingga banyak keluarga yang secara perlahan mulai berteriak lapar karena memang tidak ada lagi biaya untuk menyambung hidup.

Akibat wabah corona Covid-19 banyak orang depresi.

Salah seorang pilot yang biasa menyupiri pesawat jet pribadi terpaksa menjadi seorang driver ojol (Ojek online). Saat ditanya alasannya melakukan pekerjaan tersebut, terpaksa ia lakukan demi sesuap nasi untuk anak dan istrinya. Beruntung, ia memiliki mental baja dan tidak malu melakukan pekerjaan yang mungkin jauh dari profesi yang digelutinya selama ini. Tapi itulah hidup, apapun dilakukan asal dikerjakan dengan cara yang benar. Mirisnya tidak semua orang punya mental seperti sang pilot. Ada pula yang harus mengalami depresi karena menjadi korban PHK.

Sejatinya manusia hidup membutuhkan keamanan, kenyamanan dan kemakmuran. Jika salah satu faktor tersebut tergoncang, maka sudah barang tentu hidup menjadi sangat sulit dijalani. Banyak orang mendambakan ketiganya dengan pelbagai cara. Oleh karena itu, banyak orang mati-matian berusaha sekuat tenaga agar ketiga hal itu tidak terenggut darinya. Iblis pun memang bisa membuat ketiga faktor tersebut bagi manusia. Tapi selalu ada harga yang harus dibayar bila bekerjasama dengan iblis, yakni nyawa kita.

Sedangkan kita saat menyerahkan kehidupan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka ketiganya pasti terjamin. Yesus tidak pernah meminta imbalan dari apa yang telah dilakukanNya. Namun, sebagai orang percaya sudah seharusnya kita percaya, taat dan setia kepadaNya. Memang, bukan berarti di dalam Dia kehidupan kita mulus tanpa hambatan. Tapi yang jelas, kita memiliki jaminan keselamatan di dalam Dia. Jadi daripada meratapi nasib di tengah pandemi corona, ada baiknya menggunakan waktu yang ada untuk menjalin kedekatan dengan Tuhan. “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). LK

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here