Pentingnya Jemaat Menjalankan Protokol Kesehatan

73
Jenderal TNI (Purn.) Luhut B. Panjaitan.
Narwastu.id – Merayakan HUT ke-70, PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) menggelar diskusi virtual dengan menghadirkan nara sumber Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, bersama para pendeta dan pimpinan gereja, dengan tema “Berubah atau Tertinggal. Tantangan Gereja Memasuki Kenormalan Baru” pada Senin, 1 Juni 2020 lalu.
      Pada kesempatan itu, Luhut menjelaskan, angka-angka perhitungan akibat pengaruh pandemi Covid-19 sudah bergerak menurun. Tapi jangan lengah karena suatu saat ini dapat berubah dengan cepat, bila kita semua tidak disiplin, tidak melaksanakan protokol kesehatan yang sudah disampaikan pemerintah, seperti cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak. Sebab itu, inilah yang harus terus menerus disampaikan oleh seluruh jemaat sebagai bagian dari peran gereja dalam menangani Covid-19.
Menurutnya, disiplin individu dan kolektif harus betul-betul dijalankan. Oleh sebab itu, Luhut menyarankan agar jangan lelah-lelahnya khotbah para pendeta dikaitkan kepada disiplin, kaitkan kebersamaan, kaitkan seperti yang ada dalam Galatia 6:2. “Karena PSBB itu sukses sangat bergantung kepada disiplin untuk jaga jarak, cuci tangan dan penggunaan masker. Jangan pernah bosan-bosannya untuk menyampaikan ini,” tukasnya.
       Dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, kata Luhut, maka itu berarti lebih dari 60 persen kita telah menyelesaikan masalah Covid-19 ini. “Jadi sederhana sekali. Di situlah kunci keberhasilan kita, betapa dahsyatnya penggunaan masker. Kita tidak perlu ketakutan yang berlebihan, dan juga kita perlu cek and ricek agar tidak mudah menyebarkan berita-berita di media sosial (Medsos) yang tidak jelas sehingga menimbulkan ketakutan karena itu tidak baik,” tambahnya. Memasuki masa kenormalan baru yang akan ditetapkan oleh pemerintah, Luhut juga mengingatkan pentingnya disiplin untuk melakukan protokol kesehatan. Karena dengan demikian kita telah ikut mengurangi orang yang sakit atau meninggal akibat kelalaian kita. Selain itu, pentingnya koordinasi dengan Pemerintah, baik pusat maupun daerah. “Jadi sekali lagi, saya tekankan kepada bapak/ibu kalau khotbah selalu menekankan disiplin ini. Ini menjadi momentum yang baik bagi kita untuk mengingatkan anak-anak, keluarga kita, dan jemaat untuk selalu disiplin,” ujarnya.
        Lebih jauh Luhut yang mantan Menkopolhukam RI dan alumni Kopassus menjelaskan, kebijakan social distancing merupakan pilihan tepat yang telah diambil oleh pemerintah. Presiden dengan cermat mempelajari, mendengarkan, dan melihat semua yang terjadi sehingga dikeluarkanlah apa yang disebut PSBB ini. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk upaya yang berbasis masyarakat yang dikembangkan saat ini, termasuk juga alokasi anggaran. Demikian juga pengadaan peralatan kesehatan.  “Covid-19 mempercepat kemandirian sektor nasional, misalnya kita baru sadar kalau alat-alat kesehatan, obat, APD dan lainnya itu 90 persen kita impor, sekarang Presiden RI menekankan kita akan memakai memproduksi sendiri. Nah, saya mengimbau agar putra-putri kita di gereja terlibat untuk memproduksi di dalam negeri,” katanya.
        Selain itu, pemerintah ingin memajukan program bangga buatan Indonesia untuk membantu transformasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari offline ke online. Gereja bisa berperan di sini. Akibat pandemi Covid-19 ini terjadi penurunan penjualan produk UMKM. Pemerintah menargetkan sampai akhir tahun ini penjualan akan semakin bertambah. “Gereja saya harap bisa masuk di sini supaya jemaat-jemaat bisa masuk online di sini dan itu difasilitasi pemerintah dan tanpa biaya,” ujarnya. Diskusi virtual yang dipandu oleh pengacara yang juga aktivis gereja dari Sinode GPIB, Sheila Salomo, S.H. ini, banyak memberikan masukan kepada seluruh peserta. Tidak hanya pertanyaan, tetapi juga informasi disampaikan dalam sesi tanya jawab, termasuk apa yang telah dilakukan oleh gereja dalam rangka bersama-sama menolong masyarakat yang terdampak Covid-19. KL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here