Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th Membimbing Jemaat agar Gemar Membaca Alkitab

171
Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th. Cerdas dan peduli jemaat.

Narwastu.id – Ibu Pendeta yang satu ini tergolong Hamba Tuhan yang langka. Ia dikenal perempuan tangguh, cerdas, nasionalis dan tak kenal lelah menyampaikan Kabar Baik (Injil). Di sisi lain, di dalam rumah tangganya pun ia tak pernah melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu yang melayani anak-anak, suami dan anggota keluarga. Ia sudah terbiasa mencuci, menyiapkan makanan bagi keluarganya, bahkan mendoakan keluarganya yang akan beraktivitas. Hebatnya lagi, ibu dari tiga anak dan istri tercinta Mangiring Harianja, MBA ini terbiasa menyetir mobil ketika akan bepergian untuk melayani.

Selama ini ia giat melayani orang-orang Kristiani di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) atau penjara. Selain itu, ia kerap membimbing kerohanian umat yang berziarah ke Tanah Perjanjian (Israel). Selain itu, Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th masih aktif membimbing sekitar 32 group WA dari anggota jemaat agar gemar membaca Alkitab (Firman Tuhan). Sejak 14 Februari 2018 lalu, Pdt. Lusiana yang kerap dipanggil Ibu Pdt. Lusi atau Ibu Pdt. Harianja, sudah dipercaya sebagai Pembimbing Rohani di komunitas “Gemar Baca Alkitab.” Dalam komunitas ini awalnya bergabung 120-an orang anggota jemaat dari GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) Jemaat Paulus, GPIB Jemaat Menara Iman dan GPIB Jemaat Kharis.

Pdt. Lusiana Harianja membimbing mereka supaya semakin bertumbuh imannya, cerdas dan mampu mendalami makna dari ayat-ayat Alkitab lewat group WhatApps (WA). “Kita harus memanfaatkan teknologi komunikasi seperti WA untuk melayani jemaat agar semakin dekat kepada Tuhan,” ujar Pembina Rohani di Keluarga Besar Punguan Parsahutaon Imanuel Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat ini.

Dan Pdt. Lusiana Harianja sehari-harinya pun sibuk melayani banyak pertanyaan seputar ayat-ayat Alkitab dari anggota jemaat yang dibimbingnya lewat group WA itu. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan, karena suaminya sangat mendukung pelayanannya. “Saya bersyukur sekali kepada Tuhan karena dianugerahi suami yang mendukung pekerjaan Tuhan. Namun saya sebagai istri tetap mesti tunduk kepada suami karena beliau adalah kepala yang diberikan Tuhan bagi keluarga kami,” cetus Pdt. Lusiana yang sudah merambah hingga ke Amerika Serikat (AS) dan Australia selain Israel dalam tugas pelayanan.

Untuk aktivitasnya, tak jarang Ibu Pendeta yang dikenal tegas dan cerdas ini mesti menaiki ojek motor menuju tempat pelayanannya guna menghindari kemacetan, seperti di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dan ia sering melayani jemaat yang sakit, meninggal, menderita stres, hingga keluarga yang susah karena persoalan ekonomi. “Selagi Tuhan masih memberikan kesehatan dan kekuatan bagi saya, tak ada istilah untuk menolak untuk melayani atau mendoakan anggota jemaat. Satu jiwa bagi Tuhan itu sangat berharga,” ujar Ibu Pendeta yang peduli juga membimbing anak-anak dan remaja agar gemar membaca Alkitab (dan agar jangan hanya getol memainkan gadget) di Punguan Parsahutaon Imanuel Harapan Indah, Kota Bekasi, itu.

Dasar teologis pelayanannya, ujarnya, berasal dari Kitab Kejadian 6:9 tentang Nuh yang bergaul akrab dengan Tuhan. “Bergaul dengan Allah dalam pelayanan itu artinya, bahwa pelayanan kita sesungguhnya berasal dari Allah. Dia yang mengutus hambaNya, melengkapi hambaNya dan memberi kekuatan kepada hambaNya. Kita baca Kitab Injil Matius 28:19 sampai 20, itu perintah agar kita pergi menyampaikan Injil hingga ke seluruh penjuru dunia dan Tuhan akan menyertai kita sampai akhir zaman. Dia pula yang akan menguatkan kita saat menghadapi tantangan dan pergumulan,” cetusnya.

Menurutnya, selama ini ia kerap diutus Allah dalam pelayanan yang secara logika tak mungkin dilakukan. “Namun dalam pengalaman dan kesaksian saya melayani selama ini, Allah selalu memberikan kekuatan bagi saya, baik secara rohani maupun secara jasmani. Seperti saat saya membawa jemaat ke Israel pada 8 sampai 18 April 2018 lalu, itu tantangannya berat dan fisik mesti prima. Lalu pada tanggal 19 April 2018 saya sudah melayani orang sakit. Kemudian pada tanggal 20 April 2018 kami mesti melayani lagi bersama Pokja PLP PGI ke Cilacap (Jawa Tengah). Tentu dalam pelayanan seperti itu perlu fisik, mental dan rohani yang kuat. Dan sumbernya hanya dari Tuhan,” terangnya.

Bergaul dengan Tuhan itu, imbuhnya, indah dan penuh suka cita, karena kita tidak memikirkan soal untung rugi atau materi. “Persiapan saya pun kadang sering tidak ada ketika diundang mendadak melayani, dan saya taat dan setia saja menerima. Dan saya imani Tuhan yang akan menolong, membuka jalan dan memperlengkapi saya,” papar Ibu Pendeta yang sering juga diminta jemaat berdoa lewat WA itu.

Kalau kita bergaul dengan Allah, Pdt. Lusiana Harianja, maka kita akan peka dengan suara Roh Kudus. “Tugas saya itu taat, setia dan rendah hati. Dan saya imani Tuhan yang akan mengatur langkah saya, dan akan memberi kepekaan kepada saya untuk mendengar suaraNya serta dilimpahi suka cita. Dalam pelayanan saya selama ini, baik untuk jemaat, keluarga maupun komunitas, saya tidak pernah menolak jika diminta, asal jamnya tidak benturan dengan jam pelayanan lainnya. Termasuk pelayanan saya lewat group WA. Kalau diajukan pertanyaan-pertanyaan rohani atau soal ayat-ayat Alkitab, termasuk tentang cara berdoa selalu saya jawab,” tukas Pdt. Lusiana Harianja yang sering pula melayani Pendalaman Alkitab (PA) dan memimpin ibadah pencerahan iman.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here