Covid-19 Menguji Kita

* Oleh: Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A

28
Presiden RI Joko Widodo saat bicara menyikapi wabah pandemi virus corona Covid-19.

Narwastu.id – Saat menulis ini data yang saya tahu tentang Virus Corona (Covid-19) di Indonesia adalah: 117 orang terinfeksi, 8 sembuh, dan 5 meninggal dunia (sumber: kompas.com/Senin, 16 Maret 2020, pukul 07.00 WIB). Sedih. Prihatin. Mengerikan. Mengapa mengerikan? Karena cara kerja penyebaran virus ini sangatlah cepat. Dan sangat terbuka serangannya di area kumpul publik. Nah, saya tidak lebih jauh membahas hal itu yang kita sudah dengan mudah mencari informasinya di media massa/media sosial. Kali ini saya mau membahas hal ini, sesuai judul tulisan saya, dari sudut khusus.

Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan/meliburkan sekolah selama 2 minggu khususnya di Jakarta. Pun pembatasan jam operasional/jumlah armada transportasi umum dilakukan. Apa artinya ini? Artinya, Covid-19 telah banyak membuat “kesusahan” hidup banyak orang. Kita tidak tahu larangan (kebijakan) apa lagi yang akan muncul dari Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah. Kita sebaiknya bersiap-siap saja. Saya jujur saja, kasus Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia ini membuat saya gentar dan sedikit takut. Tak munafiklah saya. Keberanian saya sedang diuji oleh Covid-19. Membaca informasi di berbagai media tentang hal ini, apalagi yang ternyata hoax, sempat membuat bingung dan dag dig dug. Namun, saya tidak mau berlama-lama ketakutan. Saya tidak mau mati konyol oleh rasa takut. Dengan berdoa khusus, damai sejahtera dari kasih Tuhan Yesus telah turun di hati saya. Hidup pun terkuatkan kembali dan penuh semangat dan pengharapan.

Memang, kunci utama menghadapi wabah Covid-19 ini adalah “bereskan” dulu dirimu sendiri. Kuatkan dulu diri kita sendiri. Maka itu akan tertular ke orang lain. Orang lain akan melihat kita, yang tidak takut, yang penuh semangat, yang berpengharapan karena Tuhan-lah andalan dan sandaran kita. Rasul Paulus menuliskan ini, Filipi 1:21-22a (TB),  “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”

Paramedis berjuang merawat pasien virus corona Covid-19.

Sangat jelas bagi kita pengikut Kristus yang percaya padaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Kalau mati, sudah pasti memperoleh hidup kekal bersamaNya. Nah, yang sangat perlu kita fokuskan sekarang ini adalah, bila aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Covid-19 saat ini sangat mengancam hidup kita. Mampukah kita tetap “berbuah?” Harus mampu dan bahkan harus banyak menghasilkan buah.

Kalau begitu “berbuah” dalam hal apa saja? Karena ruang tulisan ini terbatas, maka beberapa saja yang saya ungkap. Pertama, kita tunjukkan bahwa kita tetap beriman teguh pada Tuhan kita yang Maha Perkasa yang berperang untuk kita umatNya menghadapi Covid-19 ini. Iman kita yang teguh menjadi kesaksian hidup dan dilihat orang lain, yang mungkin saja imannya sedang lemah. Kedua, Tuhan memberikan pada kita akal budi, hikmat/kebijaksanaan. Kita pakai itu semaksimal mungkin. Bertebarannya hoax di berbagai media, dapat menjebak kita ke jalan pikiran yang salah. Akibatnya, hancurlah hidup kita.

Ketiga, hidup disiplin dan mengubah pola/gaya hidup yang buruk. Pemerintah harus kita hormati, mereka tentu sangat berupaya untuk menolong/menyelamatkan rakyatnya. Mari berdisiplin melaksanakan protokol yang telah dikeluarkan terkait mengatasi serangan Covid-19. Idealnya kita menjadi teladan bagi masyarakat. Keempat, perkuat persekutuan pribadi/persekutuan keluarga setiap hari. Pribadi dan keluarga yang intim dengan Tuhan akan sangat diberkatiNya. Doa-doanya didengar dan dikabulkan Tuhan, seturut kehendakNya. Demikianlah, mari kita bersama-sama lulus dari ujian persoalan Covid-19 ini. Teruslah hidup dan beraktivitas dengan benar. Teruslah berdoa. Dan kita pegang ini dalam hidup kita:  Yakobus 5:16b, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasaNya.”

* Penulis adalah rohaniwan, akademisi, anggota pengurus FORKOM NARWASTU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here