Bukan Karena Kuat dan Gagah Majalah NARWASTU, Tapi Karena AnugerahNya

* Oleh: Betty Bahagianty, S.Sos

32

Narwastu.id – Siapa yang tidak takut atau khawatir dengan situasi dan kondisi saat ini? Hampir setiap orang dihinggapi rasa takut atau cemas, karena masa pandemi Covid-19 sehingga banyak sektor kehidupan yang morat marit dibuatnya. Suka atau tidak suka, inilah realitas yang ada. Sebagai lembaga media massa yang menerbitkan Majalah NARWASTU, jujur saja kami pun punya perasaan yang sama dengan kebanyakan orang, yakni cemas dan khawatir. Lumrah saja namanya juga manusia, rasa takut pasti ada. Apalagi ditambah dengan pemberitaan di sana sini yang kian membuat hati ikut gundah gulana. Bukan cuma menimpa negeri ini, melainkan sampai negara lain sekaliber Amerika Serikat dan Italia pun rontok oleh serangan virus Covid-19.

Saat diumumkan ada dua orang warga Indonesia positif Covid-19 kita semua tahu panic buying pun terjadi. Mulai dari aksi memborong sembako dengan besar-besaran, pencuci tangan, dan masker sampai barang-barang tersebut sempat langka dan harganya pun menjulang tinggi. Kepanikan juga terjadi di area pemerintah. Kendati diupayakan setenang mungkin tapi secara kasat mata diakui kalau sebetulnya kita semua tidak siap dengan kondisi ini, termasuk pemerintah.

Nah, bicara tentang takut, sebagai media Kristiani yang memberitakan tentang kabar baik kami di tim kerja NARWASTU pun mulai memutar otak. Tentu Bang Jonro I. Munthe, S.Sos, selaku Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU yang paling sibuk putar otak plus mengatur strategi untuk menyikapi terjangan Covid-19. Dia terus memotivasi tim kerja agar jangan takut berlebihan. Dia meminta tim agar tetap berpikir positif, optimis, kreatif dan jangan lelah berdoa meminta kekuatan, hikmat dan pertolongan Tuhan.

Bagaimana caranya agar majalah yang kita cintai ini tetap bisa eksis untuk dapat terbit berkala setiap bulannya. Itu yang terus kami gumuli. Seperti kita tahu, sejak pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ruang lingkup banyak orang, termasuk kami di Majalah NARWASTU, jadi terbatas, termasuk bertemu dengan narasumber untuk wawancara atau menghadiri pelbagai acara liputan.

Melalui group WA tim kerja NARWASTU, kami bertukar pikiran tentang strategi dengan Bang Jonro selaku pimpinan. Dan pasti dengan dibantu tim yang tangguh ide-ide kami bisa direalisir. Kami percaya usaha kami selama ini sehingga bisa eksis, bukan karena kerja keras kami semata, melainkan juga karena doa-doa yang dipanjatkan setiap waktu. Kami percaya tidak hanya kami yang berdoa, melainkan juga orang-orang di luar sana (terutama tim doa di Persekutuan Doa Narwastu) yang ikut terbeban agar Majalah NARWASTU bisa terbit teratur. Di samping berdoa kami pun berusaha untuk tetap mengupayakan seoptimal mungkin untuk memberikan penyajian berita yang tidak hanya menarik dan menambah wawasan saja tapi juga memberkati serta membangun iman percaya kepada Yesus.

Jadi bisa dikatakan sebisa mungkin kami jangan sampai terpengaruh dengan kondisi yang ada. Setiap persoalan memang tergantung bagaimana kita meresponinya. Saat kekuatan dari dalam kita kuat, yakni hubungan pribadi dengan Tuhan terus terbangun, maka apapun kondisi di luar sana tidak akan mempengaruhi yang ada di dalam.

Jadi jika kami mempercayaiNya untuk masa-masa sulit sebelumnya, percayalah Dia adalah Allah yang sama, yang mampu menolong setiap kita termasuk Majalah NARWASTU. Kalau sampai hari ini kami tetap ada, itu bukan karena kuat dan gagah kami semata. Melainkan karena anugerahNya saja. Maka berdoa, berusaha dan berpengharapan dalam Dia menjadi pedoman kami untuk tetap melangkah. Seperti yang dikatakan di dalam Roma 12:12, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” Tuhan Yesus Kristus kiranya terus menolong, melindungi dan memberkati Majalah NARWASTU dan timnya. Salam kasih NARWASTU.

 

* Penulis adalah jurnalis Majalah NARWASTU, lulusan Fakultas Komunikasi IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jakarta, anggota PERWAMKI dan alumni Haggai Institute.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here