Berkat dan Kutuk dalam Hidup Orang Kristen

* Oleh: Pdt. Adrianus Atmadja, Dip.Th

56

Narwastu.id – Firman Tuhan di Kitab Ulangan 11:26-28 yang berkata, “Lihatlah, aku akan perhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk…” Setiap orang tahu bahwa berkat adalah sesuatu yang menyenangkan, tetapi sebaliknya ketika mendengar tentang kutuk seakan-akan orang berusaha untuk menghindar dan menutup telinga. Bahwa berkat adalah ibarat satu kekuatan yang tidak nampak, dan yang selalu menaungi seseorang, sehingga orang tersebut senantiasa hidup sukses, berhasil, sehat, bahagia dan memperoleh hal-hal yang baik dalam hidupnya.

Tetapi sebaliknya, kutuk ibarat satu kekuatan atau kekuasaan yang membayangi hidup seseorang, sehingga orang tersebut senantiasa gagal, sial, celaka, tidak berhasil, sakit-sakitan, frustrasi dan ditimpa berbagai macam perkara-perkara yang jahat. Dan, sesungguhnya jika tanpa alasan, maka orang tidak bisa kena kutuk.Berkat tidak usah dikejar dan juga kutuk tidak perlu dihindari, sebab hal itu pasti datang dengan sendirinya.

Firman Tuhan dikatakan di Amsal 26:2, “Seperti burung pipit penghirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena”. Seringkali ketika seorang kena kutuk menjadi bingung, entah apa yang harus dilakukan untuk bebas dari segala penderitaan dan keluar dari lingkaran setan itu.

Mari kita simak baik-baik apa penyebab kutuk. Pertama, adalah penyembahan berhala (Keluaran 20:3-5), terlibat praktik okultisme, meramal nasib, spiritisme, menyimpan jimat, mantera dsb. Kedua, berlaku tidak adil terhadap orang bawahan. Ketiga, terlibat dosa seks, aborsi, narkoba dan judi. Keempat, tidak hormat kepada orang tua, ayah dan ibu, tidak tunduk kepada suami di dalam Tuhan, dan tidak menghormati istri (1 Petrus 3:7).

Kelima, ucapan yang mendatangkan kutuk. Amsal 18:21 berkata, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”. Sebab semua itu merupakan celah dan pintu masuk bagi kutuk ke dalam kehidupan seseorang.

Tanda-tanda Seseorang Terkena Kutuk

Ada beberapa tanda ketika seorang terkena kutuk. Pertama, sering terlihat bahwa orang tersebut menderita emosional yang tidak stabil. Kedua, sakit-sakitan (sakit keturunan). Ketiga, kemandulan, keguguran dan masalah wanita lainnya sebagai akibat kutuk terhadap Hawa (Kejadian 3:16). Keempat, kehancuran dalam perkawinan, perceraian dan kawin cerai. Kelima, terlibat hutang dan kekurangan uang (defisit) yang secara terus menerus. Keenam, kecelakaan yang terus menerus. Ketujuh, ancaman kematian tak wajar, mati muda.

Jadi kunci berkat menurut firman Tuhan adalah, “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahNya yang kusampaikan kepadamu, maka segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu” (Ulangan 28:1-2). Dan, sebaliknya, “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapanNya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau” (Ulangan 28:15).

Jalan keluar untuk bebas dari kutuk, pertama,  berdamai dengan Allah, bertobat dan meninggalkan dosa serta mengalami kelahiran baru. Kedua, memutuskan hubungan dengan iblis, meninggalkan semua praktik okultisme dan satanisme. Ketiga, hidup dalam komunitas orang seiman, tertanam dan melayani di sebuah gereja lokal.

 

* Penulis adalah seorang hamba Tuhan yang sering melayani dan berbicara tentang bahaya okultisme. Tinggal di Jakarta Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here