Koordinator PPKM Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan Perlu Kita Dukung Lewat Doa

19
Jenderal TNI (Purn.) Luhut B. Panjaitan perlu kita dukung dengan doa.

Narwastu.id – Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) adalah tokoh nasional yang tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Ia adalah tokoh legendaris di Kopassus, dan tentara yang dulu amat dekat pada Jenderal L.B. Mordani, Panglima ABRI di era Orde Baru yang disegani di dalam dan luar negeri. LBP yang juga mantan Komandan Diklat TNI, pernah jadi Kepala Staf Kantor Kepresidenan RI, Menkopolhukam RI dan Menteri Perdagangan di era Gus Dur. Kini selain duduk sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, ia ditunjuk oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Se-Jawa dan Bali. Purnawirawan Jenderal bintang empat yang pernah menjadi lulusan terbaik di ABRI ini, sudah sekian kali dipercaya untuk menanggulangi persoalan yang tengah menghimpit bangsa ini.

Tak heran, jika di kalangan warganet, pria kelahiran di Simargala, Huta Namora, Silaen, Sumatera Utara itu dijuluki sebagai “Menko Segala Urusan.” Mengenai anggapan itu dalam sebuah podcast milik seleb yang cukup dikenal, Luhut menegaskan ia sama dengan menteri-menteri lain. Ia sama sekali tidak merasa spesial. Jika akhirnya ditunjuk, hal itu hanya karena aspek kecocokan dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. “Tapi saya ndak merasa juga, saya itu sama dengan menteri yang lain mungkin, saya lebih tua dari banyak menteri, mungkin presiden melihat saya lebih cocok untuk ngerjain ini, ditugasin di sini,” kata Luhut yang berjemaat di Gereja HKBP dan pernah jadi Duta Besar RI untuk Singapura di era Habibie itu.

Luhut memang bukan tipikal orang yang mudah diombang-ambingkan oleh suara-suara sumbang di luar. Baginya, dedikasi dan loyalitas untuk bangsa dan negara melalui tugas yang diembannnya adalah sebuah kepercayaan yang harus diselesaikan dengan baik. Kecermatannya mengambil keputusan merupakan nilai tambah bagi bapak empat anak ini. Buktinya sejumlah jabatan telah berhasil dipikulnya sejak masa pemerintahan sebelum Jokowi memimpin. Sebut saja pada jaman Presiden Habibie, Luhut ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Singapura. Di situ, Luhut diakui piawai dalam diplomasi sehingga mampu mengatasi hubungan kedua negara yang sempat kurang harmonis antarkepala negara sepeninggalan Presiden Soeharto.

Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan (kiri) dan Presiden RI Joko Widodo (kanan).

Dan dalam waktu tiga bulan sejak duduk sebagai duta besar ia berhasil memulihkan hubungan Indonesia Singapura kembali normal. Saat jabatannya belum usai, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mempercayakannya untuk menempati posisi sebagai Menteri Perdagangan dan Industri. Bagi mantan Kepala Staf Kepresidenan RI tahun 2014-2015 ini, memegang segudang jabatan strategis bukan hal yang asing. Selain dapat diselesaikannya dengan tuntas dan baik, putra asal Tapanuli ini memang dapat diandalkan. Maka jangan heran, jika karier Luhut terus bersinar sampai hari ini. Kemampuan managerial dan keahliannya bernegosiasi serta kecakapannya melobi atau dengan kata lain, ia memang punya kemampuan di atas rata-rata. Hal itulah membuat Jokowi tidak kapok untuk mempercayai Luhut dengan berbagai tugas penting. Sebagai mantan prajurit Kopassus, menjunjung sportifitas dan tegas membuat Luhut termasuk sosok yang disegani oleh tokoh-tokoh di negeri ini.

Di tengah kelabunya situasi karena pandemi Covid-19, lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970 ini terus bekerja keras dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga agar dapat menanggulangi keadaan sehingga tidak banyak korban yang berjatuhan. Sebagai manusia yang terbatas, sudah barang tentu Luhut tidak hanya butuh dukungan dari para elemen terkait dan masyarakat agar tugas yang diembannya dapat diselesaikan dengan baik. Akan tetapi, ia juga membutuhkan dukungan doa dari semua masyarakat Indonesia terlebih umat Kristiani. Sebab yang kita hadapi bukan perkara mudah. Karena itu, sudah sepatutnya kita terus mendoakan Pak LBP yang juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar dan pendiri Sekolah Unggulan Del i ni, agar Tuhan Yesus, sumber segala hikmat dan kekuatan, memampukannya dalam menjalankan setiap tugas negara. Dan, biarlah nama Tuhan dipermuliakannya untuk sekarang dan selama-lamanya. KL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here