Bahaya Narkoba Jangan Sampai Merongrong Generasi Muda 

3
Bahaya narkoba jangan sampai merongrong generasi muda di negeri ini.

Narwastu.id – Masyarakat tersentak saat baru-baru ini mendengar pasangan pengusaha terkenal dan selebritis Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani tertangkap, karena memakai narkoba di kediamannya sekitar Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Rabu 6 Juli 2021 lalu. Shabu seberat 0,78 gram berikut bong, alat untuk menghisap barang haram itu menjadi barang bukti hingga pasangan yang selalu eksis di dunia maya dengan gaya hidup glamour tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Dalam tayangan sebuah berita Ardi dan Nia terlihat tertunduk malu saat digelandang oleh aparat kepolisian dengan menggunakan baju tahanan. Dengan terbata-bata, melalui selembar kertas, Nia membaca dan mengungkapkan rasa penyesalannya sekaligus meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas perbuatannya yang tidak berkenan.

Ardi, putra konglomerat dan tokoh Partai Golkar Aburizal Bakrie yang adalah suaminya, berdiri di sebelah Nia tampak mengelus-elus pundak istrinya, mencoba memberikan kekuatan. Pemandangan tersebut memang memilukan. Apalagi di tengah situasi seperti ini di mana tiap orang tengah berjuang dari keterpurukan akibat pandemi corona. Setiap manusia tak ada satu pun yang terbebas dari masalah. Begitu pula dengan Ardi dan Nia. Kendati hidupnya nyaris sempurna, namun kita tidak pernah tahu apa yang menjadi alasan keduanya untuk menggunakan shabu. Sebagai publik figur sudah barang tentu mereka dituntut untuk dapat memberikan teladan atau panutan bagi masyarakat. Suka atau tidak suka, secara otomatis kehidupan mereka selalu menjadi sorotan berjuta mata di negeri ini.

Maka tak heran, jika perilaku dan tindak tanduknya tak pernah sepi dari penilaian masyarakat. Ardi dan Nia yang punya tiga anak hanyalah pasangan yang kadung tertangkap basah, karena kejahatannya menggunakan narkoba. Di kalangan selebritis, narkoba bukan hal yang asing dan agaknya beredar dengan bebas. Akan tetapi lingkungan tidak selamanya dapat dikambinghitamkan akan perilaku seseorang. Karena sejatinya setiap individu mempunyai kehendak bebas dalam memilih jenis pergaulan, teman dan lain sebagainya. Maka menjadi orang benar atau sebaliknya, merupakan sebuah pilihan yang didasarkan atas keputusan pribadi.

Segala tawaran dunia memang menggiurkan dan mampu menghipnotis siapa saja yang tertarik kepadanya. Kita tidak bisa mengendalikan arus dari tawaran dunia. Akan tetapi kita memiliki kuasa untuk dapat menghindari jerat dari kejahatan dunia. Caranya adalah menjalin keintiman dengan Sang Penjunan atau Tuhan. Sebagai manusia kita adalah mahluk terbatas dan mudah diombang-ambingkan oleh filsafat dunia yang menyesatkan. Seperti yang dikatakan dalam Injil Markus 14:38, ”Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Jadi jelas bahwa kita adalah orang-orang yang menjadi target si jahat agar mengikuti kehendaknya, termasuk dengan menggunakan narkoba. Sebagai pecandu mungkin mereka dapat merasakan “kebahagiaan” dengan mengkonsumsi barang terlarang itu. Padahal, apa yang mereka rasakan hanyalah kesenangan sesaat yang semu. Bahkan, dapat berujung pada maut hasil dari jaratan zat berbahaya yang terkandung di dalamnya.

Ardi dan Nia adalah satu dari sekian pasangan yang terbius oleh kenikmatan semu dari narkoba. Sebab narkoba tidak mengenal gender, agama, suku bahkan status sosial. Namun ada kabar baik dan sukacita bagi mereka yang ingin terbebas dari segala keterikatan seperti narkoba, pornografi, video games, judi, alkohol, ramalan, dan lain sebagainya. Yakni dengan mengundang Yesus Kristus masuk dalam kehidupan kita dengan menjadikannya sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat pribadi. Ia adalah air hidup yang memberikan kelegaan kepada siapa saja yang datang kepadaNya. Dunia tidak bisa memberikan seperti yang dapat diberikan Yesus. Kata Yesus kepadanya, ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). BTY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here