Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, M.Th Termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2011 Pilihan NARWASTU”

41
Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, M.Th. Punya integritas

Narwastu.id – Sepanjang tahun 2011 ini, banyak peristiwa menarik di bidang sosial, politik, kemasyarakatan, ekonomi, budaya, pendidikan dan media massa yang terjadi di negeri ini. Bersamaan dengan itu pula banyak muncul tokoh yang terlibat atau bersentuhan dengan aneka peristiwa tersebut, termasuk tokoh-tokoh dari kalangan Kristiani. Dalam kaitan itulah, pada akhir 2011 ini, kembali Majalah NARWASTU memilih tokoh-tokoh Kristiani “pembuat berita” (news maker).

Ada tiga kriteria yang dipatok untuk menempatkan seseorang itu agar jadi “tokoh pembuat berita” pilihan Majalah NARWASTU. Pertama, si tokoh mesti populer dalam arti yang positif di bidangnya. Kedua, si tokoh mesti peduli pada persoalan warga gereja, masyarakat dan nasionalis (Pancasilais). Ketiga, si tokoh kerap muncul di media massa, apakah karena pemikiran-pemikirannya yang inovatif atau ide-idenya kontroversial. Alhasil, si tokoh kerap menjadi bahan perbincangan di tengah jemaat serta menjadi sumber inspirasi dan motivasi.

Bagi tim Majalah NARWASTU tak gampang untuk menempatkan seseorang menjadi “tokoh Kristiani pembuat berita”. Soalnya, kiprah mereka pun mesti kami ikuti lewat media massa, khususnya media Kristen, termasuk mencermati aktivitasnya dan menelisik track record-nya. Pada akhir 2011 ini, kembali kami pilih “20 Tokoh Kristiani Kristiani Pembuat Berita Sepanjang 2011”. Figur yang kami tampilkan ini, seperti tahun-tahun yang lalu, ada yang berlatar belakang gembala sidang, tokoh lintas agama, pengusaha, pengacara, aktivis HAM, pemimpin gereja, aktivis gereja, pimpinan ormas, aktivis LSM dan politisi.

Dari deretan 21 tokoh yang sudah diseleksi redaksi Majalah NARWASTU secara ketat dari 148 nama yang terpilih, yaitu Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M. (Anggota DPR-RI), U.T. Murphy Hutagalung, MBA (Pengusaha), Edwin P. Situmorang, S.H., M.H. (Jaksa Agung Muda Intelijen di Kejaksaan Agung RI), Laksdya TNI (Purn.) Fred Lonan (Mantan Wakil Gubernur Lemhanas), Anthony Putihrai (Pengusaha dan aktivis Full Gospel Business Mens Fellowship International/FGBMFI), Ir. Chandra Tedja, M.Sc (Pimpinan Alpa Omega), Ir. Edward Tanari, M.Si (Salah satu Ketua Perkumpulan Senior GMKI), Ronny Tambayong, S.E. (Direktur Utama PT. HMT) dan Ev. Daniel Pandji (Pengurus Jaringan Layanan Doa Nasional).

Juga Jhon S.E. Panggabean (Pengacara), Ir. Suyapto Tandyawasesa, M.Th (Bendahara BPH Sinode GBI), Eddy Soesanto (Pengusaha), Drs. Sahrianta Tarigan, M.A. (Anggota DPRD DKI Jakarta),   Drs. S. Laoli, M.M. (Bupati Kabupaten Nias), Pdt. Jefry Tambayong, S.Th (Aktivis Anti Narkoba dan HIV/AIDS), Drs. Neken J. Sembiring (Pengusaha), Dating Palembangan, S.E. Ak., M.M. (Wakil Ketua MPO GAMKI), Dwi Ryanta Surbakti, MBA (Anggota DPRD DKI Jakarta), Jackson A.W. Kumaat (Politisi muda), Gustaf Dupe, S.H. (Sekretaris Umum FKKJ) dan Tilly Batubara Wullur (Sesepuh PWKI).

Masih ada sebetulnya sejumlah nama yang pantas diposisikan sebagai “Tokoh Pembuat Berita Sepanjang Tahun 2011”, namun kami batasi hanya memuat 21 profil tokoh. Kami menampilkan profil singkat ke-21 tokoh pembuat berita ini di Majalah NARWASTU Edisi Khusus Desember 2011-Januari 2012 ini sebagai bentuk apresiasi (penghargaan) kami atas perjuangan mereka selama ini di tengah gereja, masyarakat dan bangsa. Harapan dan doa kami kiranya kiprah mereka selama ini bisa memberikan inspirasi, motivasi, pencerahan dan pencerdasan untuk kebaikan gereja, masyarakat dan bangsa ini.

Boleh-boleh saja pemilihan para tokoh ini dianggap subjektif, tapi percayalah, kami sudah berupaya objektif untuk menampilkannya. Memang kami tak bisa memuaskan semua pihak dengan menampilkan tokoh-tokoh lainnya dalam “21 tokoh” ini. Dan amat manusiawi kalau tokoh-tokoh yang tampil ini punya kekurangan, karena mereka bukan orang suci atau malaikat. Di tengah redaksi majalah ini tak jarang muncul perdebatan tentang figur seseorang saat namanya dimunculkan. Untuk diketahui, kami menghindari agar dalam “21 tokoh” edisi kali ini tak ada “orang dalam” dari Majalah NARWASTU, seperti penasihat, meskipun kami akui ada penasihat majalah ini yang layak masuk dalam “21 tokoh” itu.

Kiranya melalui tulisan ini kita bisa melihat sisi positif atau nilai-nilai juang dari figur ke-21 tokoh ini. Kepada mereka yang termasuk dalam “21 tokoh” ini, kami sampaikan pula bahwa inilah hadiah Natal terindah dari kami sebagai insan media Kristiani kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang selama ini telah ikut berupaya membentuk karakter bangsa ini. Akhirnya, kami sampaikan, selamat Hari Natal 2011 dan Tahun Baru 2012. Selamat menyimak, Tuhan memberkati kita semua, syalom.

Aktivis Gerakan Oikoumene dari GBI

Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, M.Th menuturkan, sejak awal 2011 lalu, sudah ada upaya dari sejumlah tokoh nasional untuk “menghidupkan” kembali Pancasila dengan empat pilar (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI). Ini artinya, ada gerakan kebangsaan yang terus digulirkan agar menjadi kekuatan yang dahsyat untuk membangun negeri tercinta ini. “Karena gerakan kebangsaan itu pun terkait dengan eksistensi umat Kristen,” ujarnya.

Para tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU yang religius, inspiratif dan Pancasilais.

Salah satu Ketua DPP PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) ini berpendapat, Indonesia masih mengakui demokrasi, dan kita punya kebebasan dan hak berpolitik sebagai warga negara. Katanya lagi, sekarang perlu digaungkan betapa pentingnya kehadiran sosok, seperti Daniel yang di Alkitab di negeri ini.

“Daniel itu, seperti cerita di Alkitab bukan nomor satu, tapi ia berpengaruh. Makanya, di Indonesia ini perlu dilahirkan sosok seperti Daniel dalam rangka menggaungkan gerakan kebangsaan tadi,” ujar Suyapto. Berbicara tentang munculnya beberapa kader Kristen, seperti Drs. Sahrianta Tarigan, M.A. (Anggota DPRD DKI Jakarta) dan Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M. alias Ahok (Anggota DPR-RI) sebagai bakal calon pemimpin DKI Jakarta di Pilkada 2012 mendatang, menurut Suyapto, “Iya, keberanian mereka itu harus kita apresiasi.”

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos saat diwawancarai wartawan usai pemberian penghargaan terhadap 21 tokoh Kristiani 2018 di Graha Bethel, Jakarta, pada Jumat 11 Januari 2019 lalu.

Mengenai figur pemimpin di DKI Jakarta di masa mendatang, menurutnya, figur gubernur maupun wakil gubernur itu harus visioner, dan tahu ke mana DKI Jakarta mau dibawa. “Dia  harus memahami nilai-nilai kebangsaan, nasionalis, mengerti apa masalah di DKI Jakarta, dan tahu apa solusinya. Yang terpenting ia harus punya integritas tinggi. Orang yang memiliki kriteria seperti itu tidak banyak,” ungkapnya.

Sekarang, katanya, tokoh-tokoh atau pemimpin Kristen hanya sedikit yang dihormati. “Tokoh Kristiani itu agar dihormati, maka ia harus punya integritas tinggi atau morally upright. Orang berintegritas tinggi itu, sejalan antara apa yang ia pikirkan, diucapkan dengan tindakannya. Dan sesuai dengan yang ditulis di Alkitab atau yang dikehendaki Allah, kita harus punya integritas dalam kehidupan bergereja, berbangsa dan bernegara,” papar salah satu pendiri Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) ini.

Di kalangan tokoh-tokoh gereja dan aktivis gerakan oikoumene di Tanah Air nama pria ramah ini sudah tak asing lagi. Selama ini Suyapto termasuk salah satu motor PIKI di tengah tantangan yang dihadapi organisasi kaum intelektual Kristen ini. Pria yang pernah menjadi staf pengajar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, ini pernah pula dipercaya sebagai Bendahara Umum DPP Partisipasi Kristen Indonesia (PARKINDO) bersama politisi senior Sabam Sirait.

Di samping itu, ia pernah dipercaya sebagai Bendahara Umum PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia). Gembala Sidang GBI Victoria Park, Kota Tangerang, Banten, ini sekarang menjabat sebagai Bendahara I di BPH GBI (Gereja Bethel Indonesia) dan Bendahara Umum Pengurus Pusat PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia) mendampingi Pdt. DR. Nus Reimas. Melihat track record-nya yang cukup mengesankan itu, tak heran bila banyak orang bersimpati terhadap dirinya.

Salah satu tokoh senior PIKI, Siti Ame Silitonga, S.E., M.A. yang akrab disapa Ibu Tobing pernah menuturkan, Suyapto adalah salah satu tokoh penting dan motor PIKI. “Dia cerdas, kalem, teruji dan tulus melayani. Ketika banyak orang tak mau mengurus PIKI, Pak Suyapto memberi hatinya untuk PIKI, karena ia pelayan,” ujar Wakil Sekretaris Dewan Penasihat DPP PIKI dan Ketua Majelis Pertimbangan PGI Wilayah DKI Jakarta itu. Makanya, mantan Ketua Badan Kerjasama Wanita Kristen dan Katolik DKI Jakarta ini tak segan-segan berkata, “Pak Suyapto layak jadi Ketua Umum DPP PIKI mendatang, orang seperti dia langka.”

Suyapto yang juga Direktur Utama PT. Albeta Sukses Mandiri ketika bicara soal PIKI yang akan berkongres dalam waktu dekat ini, dengan rendah hati menuturkan, ia akan tetap melayani di PIKI kalau diminta. “Selama ini saya melayani secara murni di PIKI. Setiap orang pasti punya motivasi kalau terlibat di sebuah organisasi. Namun sebaiknya jika seseorang masuk PIKI yang bersangkutan perlu punya motivasi untuk melayani Tuhan,” pungkasnya.

Di tengah banyaknya harapan dan kritik terhadap PIKI, kata Suyapto, sebenarnya kalau PIKI di-manage dengan baik, maka PIKI akan menjadi alat perjuangan bagi kaum intelektual. “Selama ini PIKI terkesan hanya wadah kaum elite, belum menyentuh grass root. Untuk itulah, maka pemimpin PIKI mendatang perlu figur yang cinta Tuhan, punya integritas tinggi dan mau bekerja untuk memuliakan Tuhan. Kalau kita bekerja untuk memuliakan Tuhan, maka segala kemuliaan dunia akan menyertai kita. Kita lihat di Alkitab, ada Daniel dan Yusuf, mereka kerja untuk memuliakan Tuhan, lalu Tuhan memberi kemuliaan kepada mereka,” paparnya.

Menurutnya, PIKI harus memiliki “nilai jual”. “Nilai jual dalam arti pemimpinnya sungguh-sungguh berjiwa pelayan, mencintai Tuhan dan mencintai NKRI. Dan PIKI harus punya program nyata untuk kemuliaan Kristus. PIKI masih membutuhkan tokoh, seperti Cornelius Ronowidjojo untuk mewujudkan visi dan misi pelayanan PIKI ke depan. Hanya saja, ke depan PIKI membutuhkan figur-figur pemimpin yang mencintai Tuhan dan mencintai bangsa ini,” imbuhnya. HJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here