BERKAT TUHAN DI TENGAH-TENGAH MASALAH

* Oleh: Pdt. Dr. Tjepy Jones B., M.Sc

47
* Penulis adalah Gembala Jemaat Cibubur City Blessing, Jakarta.

Ulangan 28:2, “Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.” 

Narwastu.id – Firman Tuhan di atas adalah salah satu dari beberapa ayat di dalam Alkitab yang memberikan definisi yang akurat mengenai berkat. Adalah terlalu naif kalau kita mendefinisikan berkat hanyalah materi berupa uang dan harta benda lainnya. Di dalam Kitab Kejadian pasal satu diceritakan bahwa manusia menerima pemberdayaan dari Allah dengan menerima berkat atau perkataan Allah. Demikian juga yang terjadi dengan Nuh ketika keluar dari bahtera setelah banjir besar dan menerima berkat atau perkataan Allah, dan seterusnya terjadi juga kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Sekarang berkat itu ada di dalam Kristus yang tinggal di dalam kita, dan Yesus berkata “domba-dombaKu mengenal suaraKu.”

Janganlah kita berkata, “Kita tidak perlu meminta-minta berkat terus tetapi jadilah berkat bagi sesama,” karena hanya berkat atau perkataan Tuhan yang membuat kita mampu menghibur dan memberi kekuatan bagi sesama. Sementara itu, uang dan materi hanya sebagai “buy product” atau pelengkap yang akan Tuhan berikan untuk kita melakukan tugas kita. Yesaya 50:4, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”

Salah satu berkat yang Allah janjikan di Kitab Ulangan pasal 28 ayat 7 adalah, Tuhan akan membiarkan musuh yang maju memerangi kita akan terpukul kalah oleh kita. Jadi, adalah ketetapan Tuhan untuk membuat musuh kita terpukul kalah oleh kita. Dari berbagai persoalan yang kita hadapi pada hakekatnya masalah-masalah ini bersatu jalan untuk menyerang kita supaya menjadikan kita seorang yang tidak percaya akan suara Tuhan. Tetapi kalau kita hidup di dalam berkat atau perkataan Tuhan Allah kita, maka setiap persoalan itu akan lari bertujuh jalan dari depan kita, artinya iman kita di dalam Tuhan akan membuat kita melihat persoalan hidup kita lari satu-persatu dari depan kita.

Rasul Paulus pernah berdoa meminta kepada Tuhan supaya utusan iblis yang menggocoh dia undur daripadanya, tetapi Tuhan tidak menjawabnya, melainkan ingin menunjukkan kuasaNya di dalam kelemahan Paulus dengan memberikan kasih karuniaNya, yaitu hidup bergaul dalam damai sejahteraNya. Doa-doa seperti itu tidak akan dijawab oleh Tuhan, apa yang menjadi ketetapan Tuhan bagi kita janganlah kita kembalikan untuk Tuhan lakukan bagi kita. Yakobus 4:7, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Kita perlu bergaul lebih erat dengan Firman Tuhan dan tahu bagaimana harus berdoa sesuai dengan kehendak Dia agar kita mendapatkan keyakinan akan jawaban setiap doa-doa kita.

Di 1 Yohanes 5:14-15 ditulis, ”Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya.”

Kita banyak mendengar  pernyataan-pernyataan dari banyak orang dari berbagai kalangan di tengah-tengah pergumulan bangsa dan negara kita, baik mengenai perekonomian juga secara khusus mengenai wabah penyakit menular. Alkitab sudah menyatakan bahwa dunia adalah dunia yang sudah jatuh. Tetapi Firman Tuhan berjanji dengan sumpah kepada kita yang percaya bahwa jikalau kita baik-baik mendengarkan suara Tuhan Allah kita, maka berkat yang pertama Dia berikan adalah mengangkat kita di atas segala bangsa (Ulangan 28:1). Ini artinya pola pikir kita yang diangkat menjadi berpikir seperti Kristus berpikir, lalu apa manfaatnya?

Alkitab berkata dalam versi King James, Amsal 23:7, “For as he thinketh in his heart, so is he”, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai berikut, “Seperti apa yang dipikirkan seseorang, demikianlah jalan hidup orang itu.” Pola pikir kita hanya efektif jika diubah oleh Firman Allah yang kita dengar, bukan oleh pernyataan-pernyataan yang hanya merupakan hikmat manusia saja sekalipun kedengarannya baik.  Firman Allah merupakan satu-satunya jawaban yang permanen bagi setiap persoalan hidup kita. Mari kita bergaul lebih erat dengan FirmanNya agar kita mengerti kehendakNya, karena Tuhan Allah rindu menjawab setiap doa kita dan senang jika diriNya dikenal oleh anak-anakNya. Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here