Belajar dari Bocah Rizal Pabalu yang Berhati Mulia

31

Narwastu.id – Masih segar di ingatan kita berita yang viral baru-baru ini tentang Rizal Pabalu, bocah kelas 5 SD di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang seseharinya membantu sang ibu berjualan jalangkote (kue sejenis pastel) sebelum berangkat ke sekolah. Uang dari hasil jualannya itu sebagian kemudian akan diberikan kepada ibunya dan sebagian lagi untuk uang jajannya.

Suatu hari Rizal diadang oleh beberapa anak remaja yang kemudian melakukan tindakan kekerasan terhadap Rizal yang mengakibatkan luka pada tubuhnya. Video yang sempat viral memperlihatkan karena perbuatan anak-anak remaja tersebut Rizal dibuat terperosok dengan sepedanya. Fakta lain yang terungkap Rizal ternyata tidak mau kejadian yang menimpa dirinya tersebut diketahui oleh ibunya karena tidak mau ibunya kemudian akan sedih dan sakit karena memikirkannya. Ternyata kejadian seperti itu pernah juga dialami Rizal sebelumnya tapi hanya tidak terekspos dan Rizal tidak mempermasalahkannya dengan tidak pernah menceritakan kepada keluarganya di rumah.

Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Rizal ini. Sudah jarang kita melihat di zaman milenial ini ada anak seusia Rizal masih mau memberi waktu bermainnya untuk membantu orang tuanya mencari uang. Bocah Rizal memiliki hati yang luar biasa, hati yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri walaupun sudah pernah dilarang oleh orang tuanya untuk tidak usah berjualan.

Rizal Pabalu (Tengah)

Bahkan hal lain yang kita teladani darinya adalah ketika dia menghadapi persoalan di luar rumah dengan orang yang bahkan berusia di atasnya, Rizal tidak cengeng dan tidak mengeluh. Bahkan dia tidak takut menghadapi mereka. Yang dia takutkan hanyalah jika peristiwa tersebut sampai didengar dan diketahui oleh ibunya.

Sosok Rizal kemudian menjadi viral dan dia kemudian dibantu oleh berbagai pihak dengan memberi bantuan dana, sembako, bahkan membelikan sepeda baru kepadanya, termasuk oleh Gubernur Sulawesi Selatan. Kisah Rizal, menurut saya, menarik dan sangat bermanfaat dijadikan bahan renungan dan diskusi keluarga kita di saat masa pandemi ini. Anak-anak kita perlu mencontoh sikap dan semangat seorang Rizal yang tidak mementingkan diri sendiri, pantang menyerah dan berhati mulia. Sikap yang sudah sangat jarang dimiliki oleh anak-anak kita di tengah-tengah dunia persaingan saat ini.

Setelah mereka mendengar cerita tentang Rizal, ajaklah mereka membaca Amsal 28:6, “Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya.” Anak-anak perlu dibuat mengerti bahwa kekayaan bukanlah segalanya. Dalam keberadaan apa pun kita saat ini, kita tetap harus memiliki hati yang mulia, semangat yang tidak kendor, serta keberanian menghadapi setiap persoalan dalam takut akan Tuhan

* Penulis adalah alumni IISIP Jakarta, kolomnis Majalah NARWASTU dan aktivis gereja, tinggal di Tangerang Selatan, Banten.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here