Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, S.E., M.A.: Rindu Masyarakat Kota Bekasi Makin Sejahtera dan Rukun

80
Murfati Lidianto, S.E., M.A. Berjuang bagi rakyat Kota Bekasi.

Seorang pemuda yang sakit menahun, hidup sebatang kara, warga Kota Bekasi, hidupnya terlunta-lunta dan sangat memprihatinkan sekali. Pemuda itu tinggal Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat. Si pemuda ditemukan tetangganya dalam keadaan tinggal tulang, namun berkat laporan salah satu warga menolong pemuda itu ke rumah sakit. Mendengar kabar itu Murfati Lidianto, S.E., M.A. sebagai anggota DPRD Kota Bekasi yang tinggal di kawasan itu segera bergerak untuk menemui. “Keadaannya sudah sangat menyedihkan hidup sebatang kara tanpa ibu dan bapak. Selama ini dia diberi makan dari tetangga, tanpa pernah mendapatkan pengobatan,” ujarnya sambil memastikan agar si pemuda ditangani pihak rumah sakit.

Bagi Murfati, masih banyak anggota masyarakat yang hidup dalam kesusahan dan di garis kemiskinan, dan sungguh memprihatinkan. “Saya berjanji pada diri saya, akan lebih tergerak untuk memperhatikan orang-orang yang tak punya harapan. Semoga dengan kehadiran saya di tengah masyarakat bisa menjadi tempat untuk membantu mereka supaya bisa hidup lebih layak dan sehat. Keprihatinan ini menjadi duka yang mendalam dan tangis di sanubari saya, dan masih banyak umat hidup di bawah kemiskinan,” kata Murfati.

Dia sadar, suara rakyat yang diberikan kepadanya adalah amanah. Umat butuh wakil rakyat yang peduli dan mau mengangkat telepon di kala mengalami darurat. Rakyat butuh wakil rakyat yang merakyat. Wakil rakyat memang mesti sosok yang sederhana, merakyat dan peduli terhadap rakyat dan tak pandang bulu. Setali tiga uang dengan fungsinya membentuk peraturan daerah (Perda) bersama kepala daerah. Membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang diajukan oleh kepala daerah, dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD untuk kepentingan rakyat. “Sekali lagi terima kasih untuk semua umat,” cetusnya tempo lalu, saat Murfati Lidianto terpilih untuk kedua kalinya sebagai anggota DPRD Kota Bekasi. Dia pun tak lupa mengucapkan syukur kepada Tuhan bersama para hamba Tuhan di daerah pemilihannya. Dalam acara itu juga mereka mendoakan seraya meminta agar hikmat Tuhan dapat terus mendampinginya selama menjalani tugas legislasi di Kota Bekasi untuk lima tahun ke depan.

Murfati Lidianto, S.E., M.A. dalam sebuah kegiatan.

“Saya mengucapkan terima kasih karena telah memberikan dukungan yang tak pernah bosan kita kerjakan, berikan pada saya. Terima kasih atas kepeduliannya. Sekali lagi, terima kasih sudah mau berbagi. Betapa bersyukurnya saya atas dukungan umat, telah mendukung saya,” ujarnya. Kebaikan, ketulusan dan kesabarannya telah memberikan manfaat bagi banyak orang. “Saya tak bisa membalas budi bapak dan ibu yang mendukung saya. Namun yang jelas lewat tangan ibu/bapaklah yang sudah menolong banyak orang dengan duduknya saya kembali sebagai wakil rakyat. Dan dampaknya banyak umat tertolong saat sakit dan membuat surat-surat,” ujar penganut Kristiani ini.

Ibadah syukur  untuk wakil rakyat yang satu ini dipimpin oleh Pdt. Sadikun Lie, hamba Tuhan dari GEPKIN Taman Harapan Baru, dengan mengusung tema “Bersama Membangun Mewujudkan Kesejahteraan.” Pdt. Sadikun Lie yang memulai masa pelayanan di Gereja Pantekosta Kudus Indonesia di Kota Bekasi sejak tahun 2001 itu mengatakan, terpilihnya Murfati sebagai legislator bisa dibilang sebuah mukjizat. Menurut pengamatannya, Pemilu 17 April 2019 lalu benar-benar membelah dukungan politik masyarakat Indonesia menjadi dua bagian, yakni kepada kubu 01 dan kubu 02. Dirinya menambahkan, di tengah masa perjuangan untuk meraih suara masyarakat, justru terdapat banyak caleg Kristiani yang berguguran saat berlaga di pileg. Namun, lanjutnya, di tengah kondisi tersebut nama Murfati yang merupakan caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) justru berhasil meraih suara untuk kembali maju sebagai legislator.

Perempuan kelahiran Belitung, Bangka Belitung, 26 Januari 1967 ini, berhasil maju kembali melalui Dapil VI, dan dikukuhkan sebagai anggota DPRD Kota Bekasi kembali untuk masa bakti 2019-2024, pada penghujung Agustus 2019 lalu. “Memang saya cek, banyak dari calon legislatif dari gereja itu memang tidak berhasil lolos. Dan juga saya meyakini bahwa keterpilihan ibu Murfati itu juga mukjizat, karena memang saya tahu ada tantangan yang begitu berat,” ungkapnya dalam sebuah renungan.

Mufati Lidianto, S.E., M.A. bersama Hotman Lumban Gaol dalam sebuah acara.

Masyarakat menghormatinya

Sebagai anggota DPRD Kota Bekasi, bagi Murfati sendiri tugasnya adalah agar masyarakat Kota Bekasi dapat hidup rukun dan saling bergotong royong dan sejahtera. Politisi Partai Gerindra yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra dalam membangun sebuah kota, semestinya untuk membangun karakter manusia. “Perlu membangun karakter manusia sebelum membangun infrastruktur yang canggih. Membangun kota harus dimulai dari pembangunan manusianya, moral, dan pembukaan lapangan kerja. Jika hal ini sudah dibangun sebagai dasarnya, sebagai kekuatan pilarnya, tentu membangun kota ini akan sejalan dengan pembangunan yang ideal,” ujarnya.

Karenanya, menurut Murfati, tak elok Kota Bekasi kelihatannya bagus, cantik, gemerlap, sementara masyarakatnya masih lapar, dan tak mungkin Kota Bekasi bisa dikatakan sejahtera. “Pembangunan infrastrukturnya bagus, tapi pendidikan masyarakatnya masih di bawah taraf. Kalau kita melihat ke bawah kita akan temui jeritan masyarakat yang paling mendasar adalah mereka kelaparan, susahnya mencari lapangan pekerjaan, namun wali kota kita belum memikirkan hal ini,” ujar anggota jemaat Gereja Katolik Santo Albertus Paroki Harapan Indah ini.

Oleh karenanya untuk kepemimpinan selanjutnya kepala daerah harus memikirkan juga lapangan pekerjaan bagi warganya agar masyarakat bisa sejahtera, lalu kemudian memikirkan pendidikan dan kesehatan warganya. Dan bagaimana caranya pendidikan dan kesehatan bisa menjadi gratis, karena menurutnya APBD cukup besar.

“Saya berharap kepada wali kota yang baru nantinya memiliki visi dan misi yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat Kota Bekasi yang tentunya concern terhadap pembangunan karakter manusianya selain infrastruktur sebagai pendukung bukan tujuan utamanya,” ujarnya. Oleh karenanya, bagi Murfati, bangsa yang besar dan maju ialah bangsa yang masyarakatnya bisa saling menghormati, dan bergotong royong. Karena para pendiri bangsa sudah mencontohkan bagaimana para pejuang terdahulu bersatu padu untuk memerdekakan tanah air ini. HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here