Selamat Berjalan Bersama Tuhan di Tahun Baru 2025

254
Mari berjalan bersama Tuhan di Tahun Baru 2025.

Narwastu.id – Tidak terasa kita telah berada di Tahun Baru 2025. Jika di tahun 2024 lalu setiap kita merasakan berbagai peristiwa suka dan duka, sudah pasti di tahun 2025 ini kita berharap bisa lebih baik dari sebelumnya. Tapi jika tidak sesuai dengan harapan, apakah hal itu akan mempengaruhi kehidupan kita, terutama untuk tetap mempercayai Tuhan di atas segalanya?

Seperti biasa sebelum menginjak di awal tahun beragam ramalan yang kurang menggenakkan kerap membuat kita khawatir. Mulai dari krisis ekonomi, global warming, kasih yang semakin dingin ditandai dengan semakin mudahnya manusia membunuh manusia lain, karena alasan sepele, korupsi yang merajela, terjadi krisis moral di mana-mana (LGBT, aborsi, pornografi), perang yang tak tentu kapan akan berhenti dan masih banyak hal lainnya.

Kita tahu bahwa bumi semakin tua dan manusia bertambah banyak. Tentu saja kehidupan akan semakin sulit. Sumber daya alam yang terus diambil dan harusnya untuk kepentingan orang banyak, kini justru demi keuntungan golongan, bahkan pribadi akibat keserakahan. Lembaga bentukan negara yang harusnya mampu menjadi garda terdepan untuk melindungi masyarakat justru saat ini seolah-olah mati. Sehingga rakyat harus bahu-membahu memviralkan sebuah kasus di media sosial (Medsos), barulah penegak hukum bertindak. Belum lagi kenaikan pajak yang tidak diimbangi dengan pendapatan masyarakat, sehingga angka kemiskinan niscaya akan naik dengan leluasa. Pemerintah yang sepantasnya membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat dengan azas keadilan dan kesejahteraan masih jauh dari tindakan konkret.

Kondisi dunia yang semakin tidak menentu membuat sebagian besar orang mempertanyakan Tuhan dengan segala bentuk keadilannya. Akhirnya, manusia memilih jalan pintas demi memenuhi kebutuhannya, sehingga tak lagi mempertimbangkan apakah yang dilakukannya benar atau salah. Akibatnya kejahatan terus merajalela dan dibiarkan terjadi, alhasil menjadi budaya. Ironis.

Gereja sebagai wakil Allah di bumi diharapkan mampu memberikan teladan dan contoh yang konkret, sehingga bisa diadopsi oleh orang dunia. Tapi apa yang terjadi, gereja pun seolah tak mampu menjalankan fungsinya secara maksimal. Meskipun tidak semua gereja seperti itu. Tak dipungkiri badai kehidupan memang akan selalu ada. Namun dengan siapakah kita dapat melewati badai tersebut. Itu yang terpenting. Apakah dengan kekuatan kita sendiri yang diliputi dengan kekhawatiran akan masa depan, ketakutan pada sakit penyakit, keraguan yang besar apakah kuasa Tuhan tetap bekerja.

Semua faktor tersebut sepertinya manusiawi sekali. Tapi jika terus dipelihara dari waktu ke waktu, maka bukan lagi iman pengharapan yang bertumbuh dan mengakar. Dan ini menjadi amunisi kekuatan kita untuk mempercayai Tuhan. Sebaliknya, kita akan menjadi rentan stres dan depresi, sehingga menjauhkan diri untuk bersekutu dengan Allah. Karena memang itu yang dikehendaki iblis demi telah mengambil alih kehidupan sampai akhirnya kita mengalami kebinasaan. Pilihlah untuk berjalan bersama Tuhan agar bisa melewati setiap badai yang ada. Karena suka atau tidak suka, Allah adalah sumber pengharapan yang tidak akan pernah mengecewakan (Ibrani 6:19-20). Dan semua itu sudah tercatat jelas dari para tokoh dalam Alkitab. Kita pun bisa menjadi saksi bagi orang-orang di luar sana bahwa benar pengharapan dalam Tuhan itu sungguh ada. Bukankah Dia adalah Tuhan yang sama, yang mengerjakan di masa sulit kita dahulu, sekarang sampai selamanya bukan? Selamat berjalan bersamaNya di tahun 2025 ini, dan biarkan tangan Tuhan bekerja merenda kehidupan kita. BTY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here