
Narwastu.id – Mengawali tahun 2026, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menerbitkan surat pastoral yang berisi mengenai ajakan untuk hidup sehat tanpa rokok bagi seluruh pelayan HKBP dan keluarga. Pesan penggembalaan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Sinode HKBP itu bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk semangat penggembalaan yang didasarkan atas kasih persaudaraan. “Imbauan ini kami sampaikan bukan sebagai tekanan atau paksaan, melainkan sebagai ungkapan kepedulian dan tanggung jawab iman yang kita pikul bersama,” katanya yang terunggah dalam akun resmi Facebook Ephorus Victor Tinambunan, yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani Inspiratif 2020 Pilihan Majalah NARWASTU.”
Disebutkan alasan lainnya, yakni demi menjaga kesehatan tubuh sebagai karunia Tuhan. Ajakan untuk tidak merokok kepada pelayanan penuh waktu HKBP beserta keluarga ini mengacu pada pengakuan iman (Konfesi) HKBP yang menolak pola hidup yang dikuasai oleh rokok. Gereja memandang hal itu sebagai panggilan rohani. Dari surat penggembalaan pastoral ada empat hal yang menjadi pertimbangan utama, yaitu: dasar iman gereja dan aturan kepersonaliaan, faktor kesehatan fisik, karena dalam pelayanan dibutuhkan stamina yang prima. Selain itu, penggunaan berkat Tuhan, karena keberlangsungan hidup pelayan bersumber dari uang persembahan jemaat. Jadi cukup beralasan jika gereja beranggapan bahwa berkat tersebut selayaknya digunakan untuk hal-hal positif, bukan untuk merusak kesehatan.
Terakhir, keteladanan dalam keluarga. Sesuai dengan Orientasi Pelayanan HKBP 2026: “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.” Menurut Ephorus HKBP, teladan hidup sehat dari orangtua dan pelayan gereja mempunyai pengaruh yang sangat signifikan untuk anak-anak dan generasi muda. Pesan penggembalaan tersebut tentu bukan sekadar imbauan. Melainkan juga mengaplikasikan dari kebenaran firman Tuhan yang menyatakan bahwa “Tubuhmu adalah bait Allah” (1 Korintus 6:19). Jadi sudah sepatutnya menjaga tubuh ini, karena bukan lagi milik pribadi akan tetapi kepunyaan Allah dan menjadi bagian dari karya penebusan.
Tubuh kita ini juga adalah kediaman Roh Kudus menjadikannya suci dan kudus. Harapannya gereja menghormati kebebasan setiap pelayan dalam mengambil setiap keputusan, dan mengajak supaya kebebasan yang ada dijalani dalam tanggung jawab iman. “Kiranya Tuhan yang empunya hidup menyertai setiap langkah kita meneguhkan niat baik kita serta melimpahkan damai sejahteraNya sepanjang perjalanan kita memasuki tahun 2026. Dengan surat tersebut HKBP menegaskan komitmennya untuk membangun pelayanan yang sehat, berintegritas, dan memberi kesaksian hidup yang kuat di tengah keluarga dan jemaat. BTY/Dbs






















