Pakaian Khas Nusantara Hadir di Acara HUT Ke-23 GPIB Harapan Indah

344
Baju-baju bercorak daerah Nusantara, seperti pakaian adat Batak ditampilkan di acara HUT ke-23 GPIB Harapan Indah, Kota Bekasi.

Narwastu.id – Pada 26 September 2022 lalu, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, telah berusia 23 tahun. Suka dan duka telah dilalui pelayan dan jemaat di gereja yang anggota jemaatnya berasal dari berbagai suku di nusantara ini. Dan pada Minggu, 2 Oktober 2022 hari ulang tahun (HUT) ke-23 GPIB Harapan Indah diadakan dengan ibadah syukur. Dan jemaat, pelayan dan para majelis terlihat gembira merayakan hari jadi itu. Tampak para jemaat mengenakan pakaian adat Nusantara dalam kebaktian kali ini, sebagai wujud bahwa gereja GPIB memang melayani berbagai suku di Tanah Air.

Suasana ibadah syukur atas HUT ke-23 GPIB Harapan Indah, Kota Bekasi.

Jemaat yang hadir ada mengenakan pakaian khas Minahasa (Manado), Toraja, Batak, Jawa, Timor dan yang lain. Dalam ibadah yang terasa khusuk ini, Pdt. Risto Efraim Andaki, S.Th sebagai Ketua Majelis Jemaat membawakan khotbah dari Kitab Kolose 1:1-14. Menurutnya, di ulang tahun ke-23 ini jemaat GPIB Harapan Indah sudah mandiri, baik dari sisi sumber daya insani maupun dalam hal sumber daya dana. Kalau 23 tahun, imbuhnya, itu sudah masuk kategori menuju dewasa dan sedang manis-manisnya. Dan ini masa muda menuju masa dewasa. Hari ulang tahun ini patut disyukuri, meskipun ada pasang surut dalam jemaat, serta ada pula pergumulan dan sukacita.

Pdt. Risto E. Andaki, S.Th (Tengah) tampak diabadikan bersama Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos dan istri di acara HUT ke-23 GPIB Harapan Indah, Kota Bekasi.

“Dalam jemaat pasti ada masalah, dan di dunia ini tak ada jemaat yang tak punya masalah. Dalam kumpulan orang banyak tentu ada masalah. Persekutuan itu merupakan rumah bersama. Dan ketika ada masalah mesti diselesaikan, dan tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan,” cetus pendeta lulusan STT INTIM, Makassar, Sulawesi Selatan, yang dikenal beriman tangguh dan cerdas ini. Kalau masalah itu diselesaikan sesuai dengan kehendak Tuhan dan diselesaikan sesuai dengan cara Tuhan pasti selesai. Dan kita mesti terus mencari kehendak Tuhan. “Jika jemaat bisa sekarang nyaman beribadah di ruang ber-AC, itu karena jemaat bertumbuh. Sehingga jemaat mesti ikut memberi untuk pertumbuhan jemaat, dan ikut memberikan ‘pupuk’,” ujarnya.

Ibadah syukur HUT ke-22 GPIB Harapan Indah, Kota Bekasi, berlangsung meriah.

Di usia ke-23 gereja ini jemaat mesti terus bertumbuh dan bersukacita. Kata Pdt. Risto lagi, ulang tahun tak sekadar pesta, tapi ada sukacita untuk terus bersekutu. Seperti ucapan Rasul Paulus, ujar Pdt. Risto, di dalam hidup ini mesti ada terus ucapan syukur dan doa. Hidup ini harus kita jalani terus dengan bersyukur dan berdoa. Dan hati yang gembira adalah obat. Bila tak ada ucapan syukur pasti ada sesuatu yang salah. GPIB Harapan Indah sudah makin bagus dalam pertumbuhannya.

Pelayan dan pelayanan di GPIB Harapan Indah, imbuhnya, mesti terus bertumbuh. Demikian juga dalam spiritualitasnya mesti terus meningkat, termasuk meningkat dalam program-programnya. “Kita mesti hidup dalam standar Kristus. Kita pun harus berbuah lebat dan menjadi berkat bagi semua orang,” tegas Pdt. Risto Andaki. Untuk memeriahkan hari ulang tahun ke-23 GPIB Harapan Indah, gereja ini pun mengadakan aneka lomba bagi anggota jemaat, seperti lomba paduan suara, lomba dance, dan lomba busana paling indah dan menarik. Dan para pemenang lomba mendapat hadiah. Setelah ibadah, lalu diadakan perayaan ulang tahun dan diakhiri dengan makan siang bersama. KJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here