Narwastu.id – Pesan Natal bersama PGI dan KWI di akhir tahun 2025 kemarin mengingatkan kita sebagai keluarga untuk menyelami kehadiran Allah di dalam keluarga meskipun masih adanya berbagai krisis dalam keluarga-keluarga saat ini, seperti perpisahan, kekerasan dalam rumah tangga, masalah ekonomi dan sebagainya. Di sisi lain kita melihat berbagai persoalan yang juga terjadi dan berdampak bagi kehidupan keluarga, seperti terjadinya PHK di berbagai sektor. Salah satunya sektor kesehatan. Belum lama ini diberitakan sebuah rumah sakit di bilangan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, merumahkan puluhan pekerjanya dengan kondisi gaji belum dibayar sekian bulan.
Begitu banyaknya guru honorer yang masih terus berjuang menjalani hidupnya dengan gaji minim selama belasan, bahkan puluhan tahun menafkahi keluarganya. Selain itu, angka pengangguran yang tinggi juga berdampak bagi keluarga yang anggotanya sangat membutuhkan pekerjaan. Tekanan hidup bahkan membuat banyak orang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu bagi hidupnya meskipun harus melakukan tindak kriminal. Dan ini menjadi masalah sosial yang banyak menghantui kehidupan keluarga-keluarga saat ini.

Menyikapi semua keberadaan ini, Pemerintah terlihat tidak fokus dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya bagi rakyatnya. Banyak kebijakan dalam satu tahun pemerintahan yang baru ini tidak populis dan yang bukan prioritas, justru dilaksanakan di tengah-tengah penolakan yang keras di tengah masyarakat. Sebut saja Makan Bergizi Gratis yang sedang ramai dibicarakan. Program memberikan makanan gratis setiap hari kepada anak-anak sekolah dengan anggaran yang sangat fantastis, yakni Rp 335 triliun di dalam APBN 2026 ini. Ironisnya dana ini dipaksa untuk diadakan dengan memotong berbagai sektor yang mungkin sudah tidak lagi dianggap penting, yakni sektor pendidikan dan kesehatan. Tidak heran jika berbagai persoalan yang dihadapi banyaknya keluarga di bangsa ini adalah juga dampak dari kebijakan-kebijakan gila pemerintah saat ini.
Kita sepertinya masih harus menunggu kebijakan model apa lagi yang akan diambil Pemerintah yang gamang ini, yang dampaknya pastinya akan dirasakan langsung oleh semua keluarga dari Sabang sampai Merauke. Namun seperti pesan Natal untuk kita semua, biarlah hidup kita terus bersandar dan mengandalkan Allah dalam setiap pergumulan. Meskipun ada ketakutan dan rasa tidak percaya dengan beratnya beban hidup. Mari terus saling mengingatkan dan saling melayani. Keluarga-keluarga Kristen perlu semakin dekat dengan Allah lewat persekutuan bersama di rumah-rumah kita, saling mendoakan. Kekuatan kita adalah di dalam kesetiaan kita berdoa dan bersekutu serta mencari wajahNya.
Ketahanan keluarga adalah kunci bagi ketahanan bangsa. Alah memberkati setiap keluarga. Allah memberkati bangsa kita.
* Penulis adalah aktivis gereja, serta pemerhati sosial dan kemasyarakatan.


























