Kasih Tuhan Tak Berkesudahan

* Oleh: Serepina Tiur Maida, S. Sos., M.Pd., M.I.Kom

35

Narwastu.id – Perayaan Paskah bukan sekadar datang beribadah, tetapi kita dipanggil untuk mengimani bahwa Allah Maha Baik, Allah menyelematkan kita. Manusia tidak luput dari dosa. Sekarang bagaimana manusia terpanggil untuk menjadi anak Allah yang merasakan kasihNya yang tak berkesudahan.

Salah satu pujian yang menyentuh hati kita “Karena Dia Hidup” (Because He Lives). Pujian ini mengingatkan bahwa karena kebangkitan Yesus Kristus, kita memiliki pengharapan untuk menghadapi hari esok. Pujian ini bukan hanya sebuah lirik, tetapi makna Paskah mengimani bahwa kekuatan untuk menjalani masa kini dan masa depan.

Kebangkitan Kristus menjadi jaminan bahwa hidup kita tidak sia-sia, dan selalu ada harapan di tengah pergumulan. Tidak ada manusia yang tidak mengalami pergumulan hidup. Manusia punya dinamika hidup masing-masing. Paskah menjadi simbol kemenangan kehidupan atas kematian, terang atas kegelapan, dan pengharapan atas keputusasaan. Lebih dari itu, Paskah adalah bukti nyata bahwa Tuhan Allah maha baik, yang tidak pernah meninggalkan manusia dalam dosa, melainkan terus memberikan kesempatan untuk bertobat dan kembali kepadaNya.

Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Kisah Paskah berpusat pada pengorbanan Yesus Kristus, yang rela menderita, disalibkan, dan wafat demi menebus dosa umat manusia. Namun kisah itu tidak berhenti pada kematian. kebangkitanNya pada hari ketiga menjadi tanda kemenangan ilahi, sekaligus penggenapan janji keselamatan dari Tuhan. Sekarang apakah kita sudah bangkit menjadi anak Allah yang takut akan Tuhan? Dalam peristiwa ini, kita melihat betapa besar kasih Tuhan dan kasih yang tidak menuntut kesempurnaan manusia, tetapi justru merangkul dalam kelemahan dan dosa.

Inilah yang kita rasakan saya dan saudara tetap menjadi pendengar dan pelaku yang haus akan firmanNya.

Paskah mengajarkan bahwa Tuhan selalu membuka pintu pengampunan. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni selama manusia mau merendahkan hati dan bertobat.

Jangan takut dan khawatir. Imani Tuhan Yesus selalu ada untuk kita yang tersesat. Membuka pintu jalan terang untuk umat manusia. Kesempatan untuk bertobat adalah bentuk kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada setiap orang. Tangkap peluang yang ada karena berkali-kali Tuhan datang menegur kita, karena kehidupan sehari-hari, manusia sering jatuh dalam kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Namun Tuhan tidak menghukum secara instant, melainkan memberi waktu, ruang, dan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui kebangkitan Yesus Kristus, Tuhan menunjukkan bahwa keselamatan bukanlah sesuatu yang mustahil. Justru, keselamatan adalah anugerah yang diberikan kepada setiap orang yang percaya dan mengimaniNya. Iman menjadi kunci untuk menerima kasih dan keselamatan tersebut. Dengan iman, manusia diajak untuk percaya bahwa Tuhan selalu bekerja dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan sekalipun. Makna terdalam dari Paskah adalah ajakan untuk memperbarui hidup. Bertobat bukan hanya mengakui kesalahan, tetapi juga berkomitmen untuk berubah.

Tuhan yang Maha Baik tidak hanya mengampuni, tetapi juga membimbing manusia menuju kehidupan yang benar. Dalam iman kepada Tuhan, manusia menemukan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan, harapan dalam kesulitan, dan damai sejahtera dalam kehidupan.

Akhirnya, Paskah mengingatkan bahwa keselamatan adalah wujud kasih Tuhan yang tanpa batas tak berkesudahan. Tuhan tidak menghendaki manusia binasa, melainkan hidup dalam keselamatan dan sukacita. Oleh karena itu, mari menjadikan Paskah sebagai momen refleksi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki hidup, dan mengimani bahwa Tuhan Allah Maha Baik senantiasa menyelamatkan setiap orang yang datang kepadaNya dengan hati yang tulus.

* Penulis adalah akademisi, praktisi pendidikan dan pemerhati sosial serta kemasyarakatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here