
NARWASTU.id – Pada Minggu, 15 Juni 2025, pukul 12.15 WIB manajemen dan civitas akademika Universitas Mpu Tantular, Jakarta, berdukacita yang mendalam atas meninggalnya Prof. DR. Kanjeng Raden Hario Tumenggung (KRHT) Tarnama Sinambela Kusumonagoro. Dia merupakan pendiri Yayasan Budi Murni Jakarta dan Universitas Mpu Tantular. Tokoh pendidikan asal Sumatera Utara ini tutup usia pada umur 82 tahun kurang 1 bulan. Usia yang diberikan Tuhan itu merupakan bonus kehidupan untuk kesempatan mengerjakan apapun yang terbaik.
Seperti ditulis di Kitab Roma 14:7-9, “Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.” Artinya kehidupan dan kematian kita bukan milik kita sendiri, tetapi milik Tuhan. Kita hidup dan mati untuk Tuhan, karena Kristus telah mati dan bangkit agar Ia menjadi Tuhan atas semuanya, baik yang hidup maupun yang telah mati.

Prof. KRHT Tarnama Sinambela merupakan sosok bapak yang penyayang dan perhatian kepada banyak orang. Ia pun pejuang pendidikan yang selalu memberi inspirasi kebaikan dan selalu berbagi kepada masyarakat luas. Kesedihan mendalam dirasakan seluruh keluarga besar Sinambela, menantu, cucu, terlebih Budi P. Sinambela (Ketua Yayasan Budi Murni, Jakarta) dan istri Dewi Christina Sitorus, istri almarhum Santo M.P. Sinambela, Juniety Dame Purba. Sebelumnya keluarga ini telah kehilangan ibunda tercinta Londom Damaris Tampubolon (Almarhumah) dan adik bungsunya Santo Mulia Parulian Sinambela (Almarhum). 
Kepergian orang yang sangat dicintai memang merupakan salah satu ujian paling berat dalam hidup. Kematian adalah bagian alami dari kehidupan manusia yang dapat datang tanpa memandang usia. Almarhum akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu, 21 Juni 2025 dan jenazah akan diberangkatkan dari kampus Universitas Mpu Tantular, Jakarta. Segala prosesi acara dari ibadah penghiburan hingga rangkaian adat dilakukan di kampus tempat yang sudah didirikan almarhum itu sejak tahun 1984 silam. Sebagai pengusaha dan tokoh pendidikan perjuangan almarhum dimulai dari nol. Jatuh bangunnya usaha dan pembangunan kampus dilalui almarhum dengan segala upaya. Dan semangatnya hingga akhir hidupnya tetap kokoh. Dan banyak yang mengenangnya figur tokoh nasionalis yang tangguh dan peduli membangun pengembangan pendidikan. STH

























