Narwastu.id – Pada Selasa, 31 Maret 2026, Tarnama Podcast Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta hadir di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di kawasan Gatot Subroto, Jakarta. Dan di situ ditampilkan narasumber inspiratif Prof. Agus Fanar Syukri, Ph.D., seorang Peneliti Ahli Utama di BRIN, yang berbagi pengalamannya selama 15 tahun berada di Jepang. Podcast dipandu host Serepina Tiur Maida, M.Pd., M.I.Kom, dosen Fikom UMT sekaligus Redaktur Pelaksana Tarnama Podcast. Dia mengupas secara tajam, komunikatif, dan penuh wawasan saat berbincang dengan Sang Profesor.
Kepiawaian host mengupas pengalaman narasumber tuntas dari perbandingan Negara Sakura (Jepang) dengan Indonesia. Budaya disiplin, etos kerja dan mandiri yang selayaknya bisa kita contoh. Dalam sesi podcast tersebut, Prof. Agus membagikan pengalaman berharga selama menjalani studi dan riset di Jepang. Ia menekankan pentingnya budaya disiplin yang menjadi pondasi utama kemajuan masyarakat Jepang, seperti kebiasaan tepat waktu, budaya antre, serta tanggung jawab individu terhadap pekerjaan.

“Budaya disiplin di Jepang bukan hanya aturan, tetapi sudah menjadi bagian dari karakter masyarakatnya. Hal ini sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hasil kerja,” ungkap Prof. Agus dalam perbincangan tersebut.
Prof. Agus pernah menerima beberapa penghargaan atau apresiasi, di antaranya beasiswa STMDP program B.J. Habibie, beasiswa STAID program B.J. Habibie, beasiswa Tokyo Rotary Club, penghargaan Satyalencana karya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun dari Presiden RI menambah wawasan bagi banyak orang untuk menyerap nilai baik yang disampaikan.
Sambil berseloroh host di acara itu menyampaikan, sayang sekali kalau tayangan YouTube ini terlewatkan, bisa diklik di kanal Tarnama Podcast, katanya sambil tersenyum. Prof. Agus menceritakan perjalanan kariernya sebagai peneliti hingga mencapai posisi sebagai Peneliti Ahli Utama di BRIN. Ia menyoroti pentingnya konsistensi, kerja keras, dan kolaborasi dalam dunia riset, serta pengalaman internasional dapat memperkaya perspektif keilmuannya.
Host Serepina turut menggali lebih dalam tentang relevansi budaya disiplin Jepang dalam konteks Indonesia, khususnya dalam dunia pendidikan dan penelitian. Dan diskusi ini, ujar Serepina, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, akademisi, dan praktisi untuk mengadopsi nilai-nilai positif dalam meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme. Dan cerita Prof. Agus agaknya cukup menginspirasi untuk publik. Di momen ini, Serepina mengabadikan kembali saat Prof. Agus diundang sebagai narasumber pada peluncuran buku “Jelajah Budaya: Perspektif Antropologi di Tanah Nusantara” di Gedung Cyber, Jakarta Selatan, bersama tim penulis dari Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular. Podcast yang dilaksanakan di Gedung BRIN ini menjadi salah satu upaya strategis dalam menyebarluaskan wawasan ilmiah dan pengalaman global kepada masyarakat luas, sekaligus mengajak publik untuk rajin berliterasi dan mulai berkolaborasi dalam memperkuat peran BRIN sebagai pusat riset dan inovasi nasional. STH

























