Politisi Senior dan Tokoh PDIP Sabam Sirait Telah Berpulang

28
Sabam Sirait memegang Majalah NARWASTU saat hadir di sebuah acara diskusi FDDI yang diadakan Penasihat dan Pimpinan Majalah NARWASTU.

Narwastu.id – Tokoh nasional Sabam Sirait telah dipanggil Tuhan ke sisiNya pada Rabu malam, 29 September 2021 pukul 22.37 WIB setelah beberapa lama ia dirawatinap di Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Almarhum terakhir menjabat sebagai anggota DPD-RI dari DKI Jakarta, dan pernah dipercaya sebagai Sekjen PDI, anggota DPR-RI, anggota DPA, anggota Dewan Pertimbangan Pusat PDIP dan Ketua Umum DPP Partisipasi Kristen Indonesia (PARKINDO). Sabam Sirait (85 tahun) adalah ayahanda dari mantan anggota DPR-RI PDIP Maruarar Sirait, dan bapak mertua Putra Nababan (Mantan Pemred “Metro TV” dan kini anggota DPR-RI PDIP).

Semasa hidupnya Sabam Sirait yang dulu aktivis GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan berjemaat di Gereja HKBP pernah pula dipercaya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) di era Pdt. Dr. Natan Setiabudi sebagai Ketua Umum PGI (2000-2004). Sejak dulu Sabam dikenal sosok yang Pancasilais, oikoumenis dan vokal berbicara di Gedung Senayan, serta peduli membekali kader-kader gereja yang ingin tampil di panggung politik. Baginya, politik itu suci, karena lewat politiklah diatur kesejahteraan dan kepentingan rakyat.

Sabam Sirait (Politisi senior dan tokoh bangsa) di acara diskusi FDDI di Jakarta.

Sehingga, ujar Sabam, politisi sejatinya mesti berkarakter dan berintegritas. Sepuluh tahun lalu, yaitu pada 2010 dan 2011, Sabam pernah beberapa kali hadir berbicara di acara diskusi Forum Diskusi Daniel Indonesia (FDDI) yang dipelopori Penasihat dan Pimpinan Majalah NARWASTU. Saat itu, Sabam sering berbicara tentang politik Indonesia supaya terus dibangun dengan semangat nasionalisme, dan membangun hubungan antarumat beragama demi Indonesia yang adil, sejahtera, beradab dan bermartabat.

Sabam Sirait terakhir menjabat sebagai anggota DPD-RI dari DKI Jakarta.

Dalam sebuah diskusi FDDI di hadapan tokoh-tokoh Kristen, Sabam pernah pula mengkritik sikap banyak warga gereja yang kurang mensyukuri kebaikan Tuhan dengan berdirinya lebih dari 300 gedung gereja di DKI Jakarta. Namun saat ada sebuah gereja yang didemo atau diancam ditutup oleh sekelompok warga, banyak warga gereja mengeluh dan mengkritik pemerintah. Katanya, kita sering lupa mensyukuri berdirinya ratusan gedung gereja yang ada itu.

“Jadi kita jangan hanya mengeluh saat ada gangguan beribadah, tapi bersyukurlah dengan tempat ibadah yang ada,” pungkas bekas Sekjen Partai Kristen Indonesia (PARKINDO), yang kemudian berfusi ke PDI, karena dinamika politik saat itu. Selamat jalan, Pak Sabam Sirait. Kiranya keluarga yang engkau tinggalkan diberi Tuhan penghiburan, kekuatan, kesehatan dan penyertaanNya. SY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here