Semangat Pantang Menyerah Berbuah Medali Emas di Olimpiade Jepang 2021

16
Greysia dan Apriani punya semangat juang yang luar biasa.

Narwastu.id – Pasangan ganda putri pebulutangkis, Greysia Polii dan Apriani Rahayu berhasil menggondol emas dalam Olimpiade 2021 di Tokyo, Jepang. Nama keduanya langsung melesat bak meteor dan terus dihujani beragam bonus mulai dari uang, rumah, apartemen, tiket wisata ke destinasi populer sampai francise untuk tempat usaha makanan yang cukup terkenal. Kesuksesan yang diraih dalam Olimpiade Tokyo itu merupakan hasil dari doa, kerja keras, ketekunan dan semangat pantang menyerah. Kedua pemain bulutangkis besutan dari tangan dingin pelatih, Eng Hian itu memang menampilkan performa gemilang mulai dari babak penyisihan sampai akhirnya berhasil menjuarai kategori ganda putri. Keduanya mengaku sama sekali tidak pernah menyangka kalau akhirnya berhasil meraih medali emas.

Selain, memang keduanya bukan tim yang diunggulkan sehingga bisa bermain tanpa beban. Di balik kesuksesan tersebut ada sepenggal cerita di mana keduanya harus mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran. Di saat usia mereka mungkin bisa bersenang-senang dengan teman sebayanya seperti muda mudi lainnya. Mereka harus berlatih sepanjang hari dengan penuh disiplin. Belum lagi mengatasi kepenatan karena rutinitas, dan bahkan terbatas untuk melakukan hal-hal lain misalnya terpisah dari keluarga, karena harus tinggal di asrama dan sebagainya.

Greysia dan Apriani, ibarat kakak beradik yang mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

Tidak ada perjuangan yang tidak diimbangi oleh kerja keras dan doa. Dan itulah yang harus dilalui oleh Greysia dan Apriani. Seperti kita ketahui, sebelum Olimpiade Tokyo berlangsung, istri dari Felix Djimin, pengusaha berlian ini sempat mengalami titik terendah dalam hidupnya. Momen itu terjadi saat anggota jemaat JPCC (Jakarta Praise Community Church) ini didiskualifikasi di London Olimpiade 2012. “Saya ingin menyerah, merasa tidak berguna dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan di dalam hidup ini. Keinginan untuk berhenti berkarier di bulutangkis menjadi satu-satunya pilihan saya waktu itu,” tulis Greysia di IG-nya.

Beruntung, perempuan berdarah Manado 33 tahun itu akhirnya mengambil keputusan untuk tidak menyerah dan tetap bertahan. Empat tahun kemudian, sahabat dari penyanyi Agnes Monica itu bersiap untuk mengikuti Rio Olimpiade 2016. Sebelum dirinya berangkat ke sana, ia berjanji pada dirinya untuk melupakan trauma dan berusaha untuk menikmati setiap detik dari momen pertandingan tersebut. Kendati memiliki semangat untuk menang walaupun hal itu tidak sesuai dengan harapannya tapi Greysia merasa kalah dengan terhormat. Ia tidak lantas meratapi nasib dan larut dalam kekecewaan. Greysia sadar dalam sebuah pertandingan harus ada yang menang dan kalah. Namun, satu hal yang terus dilakukan atlet bulutangkis kelahiran Jakarta 11 Agustus 1987 ini, yakni selalu mengejar untuk memperbaiki diri setiap hari dan melakukan yang terbaik selama diberikan kesempatan. Dengan kata lain komitmen, disiplin dan konsistensi yang terus ia kobarkan dalam sanubarinya terlebih utama adalah menyempatkan waktu dengan sengaja untuk berelasi dengan Tuhan. Selamat untuk Greysia dan Apriani yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. BTY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here