Pemerintahan Allah Kita

* Oleh: Pdt. Dr. Tjepy Jones B., M.Sc

86

Narwastu.id – Yesaya 9:6, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” 

Seorang Anak telah lahir untuk kita, namaNya Yesus Kristus, tetapi lebih tegas lagi Allah memberikanNya kepada kita sebagai Putera dan bukan hanya seorang bayi Natal. Seorang Putera Allah yang telah menyelesaikan tugas pelayananNya di muka bumi dan mendamaikan dunia dengan diri Allah sendiri, 2 Korintus 5:19, “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” Kemudian salah satu nama Putera ini adalah juga sebagai Bapa Yang Kekal, inilah yang membuktikan bahwa Yesus adalah Bapa Yang Kekal itu sendiri, Dialah Allah yang memegang pemerintahan seluruh alam semesta dan segala isinya.

Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan Yesus memerintah bersama dengan anak-anakNya yang mau hidup bertekun didalam Dia, 2 Timotius 2:12 a, ”Jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia.” Lalu apa yang dimaksud dengan bertekun? Yaitu bertekun di dalam menggali pengenalan akan Allah di dalam Kristus Yesus, dan hanya menaruh percaya akan segala yang tertulis di dalam Alkitab, dan Alkitab adalah Firman Allah yang pernah menjadi manusia dalam diri Yesus.

Melalui pengenalan kita akan Allah ini, kita akan tahu siapa kita di hadapan Allah, bahwa kita adalah imam-imam Allah dan juga raja-raja di bawah kepemimpinan Raja segala raja, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Alkitab juga menulis bahwa Yesus menjadi Tuhan dan Kristus (Pengurapan) bagi kita, Kisah Rasul 2:36, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Semua informasi di atas yang ditulis dalam Alkitab adalah untuk kita aminkan bahwa pemerintahan sorga dan dunia sekarang ada di tangan Kristus Yesus yang diam di sorga, Kisah Rasul 3:21, ”Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu.”

Sementara itu, di bumi adalah tempat gerejaNya beroperasi untuk memerintah bersama dan di bawah pimpinan Raja segala raja, yaitu Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Yesaya 66:1, “Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?” Juga ada tertulis, Kisah Rasul 2:35, “Duduklah di sebelah kananKu, sampai Kubuat musuh-musuhMu menjadi tumpuan kaki-Mu”, gerejalah sebagai tubuh Kristus yang akan menaklukkan semua musuh-musuh Allah. Kita tidak boleh memiliki mental seorang musafir yang berkata bahwa tempat kita bukan di bumi, dengan anggapan bahwa bumi hanya tempat sementara. Tahukah saudara bahwa Firman Tuhan berkata dalam Mazmur 115:16, “Langit itu langit kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikanNya kepada anak-anak manusia”, kemudian di Perjanjian Baru Tuhan Yesus menegaskan lagi dalam Matius 28:18, ”Yesus mendekati mereka dan berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.”

Sebaliknya kita harus memiliki sikap “ownership” atau kepemilikan selama kita hidup di bumi ini, karena Alkitab yang mengatakan bahwa pemiliknya adalah setiap kita orang percaya lengkap dengan otoritas dan kuasa di dalam Kristus Yesus. Adam dan Hawa jatuh karena tidak memiliki rasa “ownership”, mereka mudah tergiur untuk merusak aturan yang sudah dibuat Allah di taman Eden dengan memakan buah pengetahuan baik dan buruk, sehingga akibatnya semua umat manusia hidup di bawah pengetahuan baik dan buruk tetapi selalu cenderung untuk mengarah kepada segala yang buruk, karena iblis bekerja di balik semua pilihan itu.

Puji Tuhan dan syukur kepada Allah sekarang setiap kita yang percaya bisa berada di dalam Adam yang terakhir, yaitu Kristus Yesus yang adalah Roh dan hidup kita, sehingga kita bisa memilih mana yang baik serta melakukannya karena kehidupan Allah bekerja di dalam kita, baik di dalam kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya (Filipi 2:13), sehingga  kita dapat untuk tidak turut binasa di dalam dunia ini.

Setiap Minggu banyak umat Tuhan yang berdoa dengan “Doa Bapa Kami” dengan berkata, “Jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga”, itulah kehendak Allah bagi kita, yaitu membawa pemerintahan sorga ke tempat di mana masing-masing kita hidup. Kita tidak seharusnya meminta-minta lagi untuk Allah menyelamatkan bangsa kita, karena Allah sudah mendamaikan bangsa kita dengan diriNya di dalam Kristus Yesus. Sekarang kita yang ada di dalam Kristus sebagai ciptaan baru ditugaskan untuk membawa pelayanan pendamaian ini dari mulai kota di mana kita tinggal sampai sejauh Allah Roh Kudus membimbing kita.

Perintah sudah diberikan kepada setiap orang percaya. Markus 16:15, “Lalu Ia berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Saudara yang dikasihi Tuhan, ayat ini adalah merupakan “job description” atau lingkup kerja setiap kita, di mana sebenarnya kita tidak perlu lagi pimpinan khusus (special leading) dari Roh Kudus kecuali ada hal khusus di mana Roh Kudus perlu menahan kita.

Seperti yang terjadi pada Paulus, Kisah Rasul 16:6-7, “Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.” Selama tidak ada perintah khusus kepada kita, maka tugas kita adalah memberitakan Injil kerajaan dengan kuasa dan otoritas Firman Allah yang hidup. Sama halnya seperti seorang pegawai, mereka tidak perlu bertanya setiap hari kepada pimpinannya apakah mereka harus bekerja atau tidak karena bekerja itu sudah otomatis tugas mereka sehari-hari, atau seorang pelajar tidak perlu bertanya kepada gurunya apakah mereka harus belajar atau tidak, karena belajar itu sudah menjadi tugas pokok mereka.

Dengan berpegang kepada prinsip-prinsip Firman Tuhan di atas, maka tidak seharusnya lagi anak-anak Tuhan begitu larut dengan berita-berita mengenai siapa yang akan memimpin negara ini atau siapa yang akan memimpin negara super power lainnya. Alkitab dalam Roma 13:1, ”Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” Kalau kita menaklukkan diri di bawah pemerintahan yang ada karena Tuhan Yesus, maka itulah proteksi yang paling tinggi yang bisa kita dapatkan dari Tuhan Kita, karena perlindunganNya sebagai Tuhan dan Kristus (Pengurapan) dalam hidup kita akan bekerja didalam ketaatan kita.

Kita ingat saja tokoh-tokoh Alkitab, seperti Yusuf yang mempunyai pengaruh yang kuat dalam kebijakan di tanah Mesir, kemudian juga Daniel dan teman-temannya yang berpengaruh di dalam kerajaan di Babel. Sekarang ini Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan diam di dalam kita akan memimpin kehidupan kita sebagai warga negara kerajaan sorga yang memberikan dampak yang signifikan bagi bangsa dan negara di mana kita tinggal. Kita tidak perlu takut akan segala intrik-intrik politik yang ada, kita hanya perlu mengeluarkan perkataan-perkataan kerajaan sorga sesuai yang dengan Alkitab dan melepaskan berkat ke atas bangsa kita, maka kerajaan Allah akan bermanifestasi segera.

Karena demikianlah cara kerajaan Allah datang dan bermanifestasi, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 12:28, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Segala yang kita lakukan ini harus dilakukan di dalam kasih akan Allah, karena pada akhirnya Allah sendiri yang akan membuat segalanya untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihiNya.

Titus 3:1, ”Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.” Selanjutnya kita pun sebagai umat Allah akan menjadi berkat bagi bangsa dan negara kita, karena Allah tahu bagaimana menempatkan anak-anakNya di dalam setiap bidang kehidupan dalam setiap bangsa karena memang Dialah Allah yang memerintah dan berdaulat di muka bumi ini. Wahyu 11:15, “Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” Amin.

 

* Penulis adalah Gembala Cibubur City Blessing, Jakarta, dan anggota Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU (FORKOM NARWASTU).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here