Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H. Termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2011 Pilihan NARWASTU”

54
Jhon S.E. Panggabean, S.H. Advokat berani dan cerdas.

Narwastu.id – Sepanjang tahun 2011 ini, banyak peristiwa menarik di bidang sosial, politik, kemasyarakatan, ekonomi, budaya, pendidikan dan media massa yang terjadi di negeri ini. Bersamaan dengan itu pula banyak muncul tokoh yang terlibat atau bersentuhan dengan aneka peristiwa tersebut, termasuk tokoh-tokoh dari kalangan Kristiani. Dalam kaitan itulah, pada akhir 2011 ini, kembali Majalah NARWASTU memilih tokoh-tokoh Kristiani “pembuat berita” (news maker).

Ada tiga kriteria yang dipatok untuk menempatkan seseorang itu agar jadi “tokoh pembuat berita” pilihan Majalah NARWASTU. Pertama, si tokoh mesti populer dalam arti yang positif di bidangnya. Kedua, si tokoh mesti peduli pada persoalan warga gereja, masyarakat dan nasionalis (Pancasilais). Ketiga, si tokoh kerap muncul di media massa, apakah karena pemikiran-pemikirannya yang inovatif atau ide-idenya kontroversial. Alhasil, si tokoh kerap menjadi bahan perbincangan di tengah jemaat serta menjadi sumber inspirasi dan motivasi.

Bagi tim Majalah NARWASTU tak gampang untuk menempatkan seseorang menjadi “tokoh Kristiani pembuat berita”. Soalnya, kiprah mereka pun mesti kami ikuti lewat media massa, khususnya media Kristen, termasuk mencermati aktivitasnya dan menelisik track record-nya. Pada akhir 2011 ini, kembali kami pilih “21 Tokoh Kristiani Kristiani Pembuat Berita Sepanjang 2011”. Figur yang kami tampilkan ini, seperti tahun-tahun yang lalu, ada yang berlatar belakang gembala sidang, tokoh lintas agama, pengusaha, pengacara, aktivis HAM, pemimpin gereja, aktivis gereja, pimpinan ormas, aktivis LSM dan politisi.

Dari deretan 21 tokoh yang sudah diseleksi redaksi Majalah NARWASTU secara ketat dari 148 nama yang terpilih, yaitu Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M. (Anggota DPR-RI), U.T. Murphy Hutagalung, MBA (Pengusaha), Edwin P. Situmorang, S.H., M.H. (Jaksa Agung Muda Intelijen di Kejaksaan Agung RI), Laksdya TNI (Purn.) Fred Lonan (Mantan Wakil Gubernur Lemhanas), Anthony Putihrai (Pengusaha dan aktivis Full Gospel Business Mens Fellowship International/FGBMFI), Ir. Chandra Tedja, M.Sc (Pimpinan Alpa Omega), Ir. Edward Tanari, M.Si (Salah satu Ketua Perkumpulan Senior GMKI), Ronny Tambayong, S.E. (Direktur Utama PT. HMT) dan Ev. Daniel Pandji (Pengurus Jaringan Layanan Doa Nasional).

Juga Jhon S.E. Panggabean (Pengacara), Ir. Suyapto Tandyawasesa, M.Th (Bendahara BPH Sinode GBI), Eddy Soesanto (Pengusaha), Drs. Sahrianta Tarigan, M.A. (Anggota DPRD DKI Jakarta),   Drs. S. Laoli, M.M. (Bupati Kabupaten Nias), Pdt. Jefry Tambayong, S.Th (Aktivis Anti Narkoba dan HIV/AIDS), Drs. Neken J. Sembiring (Pengusaha), Dating Palembangan, S.E., M.M. (Wakil Ketua MPO GAMKI), Dwi Ryanta Surbakti, MBA (Anggota DPRD DKI Jakarta), Jackson A.W. Kumaat (Politisi muda), Gustaf Dupe, S.H. (Sekretaris Umum FKKJ) dan Tilly Batubara Wullur (Sesepuh PWKI).

Masih ada sebetulnya sejumlah nama yang pantas diposisikan sebagai “Tokoh Pembuat Berita Sepanjang Tahun 2011”, namun kami batasi hanya memuat 21 profil tokoh. Kami menampilkan profil singkat ke-21 tokoh pembuat berita ini di Majalah NARWASTU Edisi Khusus Desember 2011-Januari 2012 ini sebagai bentuk apresiasi (penghargaan) kami atas perjuangan mereka selama ini di tengah gereja, masyarakat dan bangsa. Harapan dan doa kami kiranya kiprah mereka selama ini bisa memberikan inspirasi, motivasi, pencerahan dan pencerdasan untuk kebaikan gereja, masyarakat dan bangsa ini.

Boleh-boleh saja pemilihan para tokoh ini dianggap subjektif, tapi percayalah, kami sudah berupaya objektif untuk menampilkannya. Memang kami tak bisa memuaskan semua pihak dengan menampilkan tokoh-tokoh lainnya dalam “21 tokoh” ini. Dan amat manusiawi kalau tokoh-tokoh yang tampil ini punya kekurangan, karena mereka bukan orang suci atau malaikat. Di tengah redaksi majalah ini tak jarang muncul perdebatan tentang figur seseorang saat namanya dimunculkan. Untuk diketahui, kami menghindari agar dalam “21 tokoh” edisi kali ini tak ada “orang dalam” dari Majalah NARWASTU, seperti penasihat, meskipun kami akui ada penasihat majalah ini yang layak masuk dalam “21 tokoh” itu.

Kiranya melalui tulisan ini kita bisa melihat sisi positif atau nilai-nilai juang dari figur ke-21 tokoh ini. Kepada mereka yang termasuk dalam “21 tokoh” ini, kami sampaikan pula bahwa inilah hadiah Natal terindah dari kami sebagai insan media Kristiani kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang selama ini telah ikut berupaya membentuk karakter bangsa ini. Akhirnya, kami sampaikan, selamat Hari Natal 2011 dan Tahun Baru 2012. Selamat menyimak, Tuhan memberkati kita semua, syalom.

Pengacara yang Dijuluki “Pendeta”

Pria Batak kelahiran Tarutung, Sumatera Utara, 13 September 1964, ini sekarang namanya sedang naik daun di pentas hukum nasional. Sejumlah kasus yang menyita perhatian publik, karena dipublikasikan media massa pernah ditanganinya. Mulai dari kasus artis terkenal, pengusaha nasional hingga kasus yang bersentuhan dengan Gayus H. Tambunan pernah ditanganinya. Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H. mengatakan, bekalnya dalam setiap menangani perkara, selain mencermati kasusnya secara cerdas dan cermat, ia selalu berdoa kepada Tuhan untuk meminta hikmat.

“Hidup ini sangat terasa indah dan nikmat bila kita bersama Tuhan, apalagi bila bisa melayani Dia. Hidup ini hanya sementara, sehingga harus sungguh-sungguh kita pakai untuk kemuliaan Tuhan dan untuk mengasihi sesama,” ujar lulusan Fakultas Hukum, UKI, Jakarta, yang juga Ketua Bidang Komunikasi DPP IKADIN ini. Suami tercinta Hartati Tiurma Pakpahan yang punya tiga anak ini, sekarang giat melayani bersama anak-anak dan keluarganya. “Rasanya indah sekali hidup ini kalau saya melayani bersama  keluarga saya,” ujar John yang juga anggota Yayasan Pelayanan Injili Advokat (YAPIA) ini.

Para tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU yang religius, inspiratif dan Pancasilais.

Sekarang aktivitas John selain terisi untuk berkarier, memimpin keluarga, ia kerap melayani dengan talentanya, bernyanyi dan bersaksi tentang pertobatannya serta menyampaikan renungan. John yang kini merupakan kuasa hukum pengacara terkenal, Haposan Hutagalung, S.H. yang kasusnya ramai karena dikaitkan dengan kasus Gayus Halomoan Tambunan, pegawai Ditjen Pajak Departemen Keuangan RI, pernah pula menangani kasus selebriti Reynold Panggabean, Emilia Contessa dan pengusaha yang kini aktif di pelayanan Jhonny Pardede.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos di sebuah acara pemberian penghargaan kepada tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU.

Di tengah popularitasnya yang kian bersinar, apalagi ia kerap diberitakan media massa nasional karena menangani kasus-kasus yang ramai di publik, siapa sangka kalau Jhon dulu adalah pemuja ilmu hitam. “Itu masa lalu saya yang kelam. Hidup saya amat menderita ketika ada ilmu hitam yang saya pakai untuk pertahanan diri dan untuk kesuksesan. Ternyata itu sia-sia. Hidup saya tidak damai sejahtera selama memakai jimat berupa rantai harimau dan daun sirih yang selalu saya kantongi. Itu semua sudah saya musnahkan. Sekarang saya mau melayani Tuhan. Jangan coba-coba bersekutu dengan setan, karena taruhannya jiwa kita,” kenang Ketua DPC PERADI Jakarta Timur yang pernah memimpin penerbitan majalah hukum Pledoi ini.

Jhon pun tak segan-segan menunjukkan jatidirinya sebagai pengikut Yesus bila berbicara di televisi yang disaksian jutaan pasang mata. Pernah di sebuah acara talk show yang disiarkan TVRI, seorang pemirsa mengatakan, “Bapak ini pengacara atau pendeta…” Pasalnya, waktu siaran itu Jhon tegas mengatakan agar penegak hukum yang tak punya integritas segera bertobat.

Pengacara terkenal yang kini anggota DPR-RI dari Partai Demokrat, Ruhut Sitompoel, S.H., bahkan kerap memanggil Jhon dengan sebutan “Lae pendeta”. Ruhut adalah kolega Jhon saat dulu aktif di persekutuan yang sering diadakan YAPIA. Memang Jhon sering menyampaikan renungan di kalangan rekan-rekannya sesama pengacara di YAPIA. Berbicara mengenai kliennya Haposan Hutagalung yang dulu pun aktif di YAPIA, kata Jhon, sejak Haposan terkait dalam kasus itu, ia merasa semakin dekat kepada Tuhan. Kasus Haposan sudah diperjuangkan Jhon di tingkat banding dan kasasi, namun kliennya justru divonis MA jadi 12 tahun hukuman penjara.

“Nuansa politis dari kasus yang dialami Haposan ini amat kental. Gayus Tambunan seusai persidangan putusan terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 19 Januari 2011 mengatakan, ‘Keberangkatan Gayus Tambunan ke Singapura pada 24 Maret 2010 langsung ke bandara setelah bertemu Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, karena disuruh oleh Denny Indrayana, agar Gayus tidak dijadikan korban bersama Andi Kosasih, menunggu Haposan Hutagalung ditangkap terlebih dahulu,” tegas Jhon yang pernah bersaksi di Radio Pelita Kasih (RPK) 96,35 FM ini.

Ditambahkannya lagi, “Jika Haposan sudah ditangkap, maka Denny akan menjemput Gayus dan akan kembali membawanya ke Indonesia. Demikian juga Gayus dalam pernyataannya kepada media massa menyatakan, Denny yang menyarankan Gayus memakai pengacara Adnan Buyung Nasution. Hal tersebut jelas membuktikan bahwa besar dugaan bahwa penangkapan dan proses perkara terhadap Haposan adalah merupakan rekayasa Satgas dengan Gayus.” Katanya lagi, “Satgas Pemberantasan Mafia Hukum telah melampaui kewenangannya, makanya saatnya Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dibubarkan. Tak perlu menunggu sampai masa tugas berakhir seperti diatur dalam Keppres No. 37 Tahun 2009.”

Jhon adalah anak bangsa yang gelisah melihat penerapan hukum di negeri ini. Makanya, advokat muda yang cerdas ini, pada medio 2011 lalu menciptakan sebuah lagu yang sarat pesan-pesan moral dan nasionalisme berjudul Tegakkan Hukum dan Keadilan Indonesia, dan lagu itu telah bisa diakses di YouTube. Lagu ini, katanya, sudah dipromosikan di sejumlah radio dan televisi. Bahkan, pada 24 Juli 2011 lalu, Jhon sudah tampil dalam diskusi interaktif di TVRI bersama penyanyinya untuk menjelaskan pesan-pesan moral dalam lagu ini. “Inti dari lagu ini adalah agar semua penegak hukum berubah lebih baiklah, apakah dia polisi, hakim, jaksa dan pengacara,” tukasnya. Lagu ini dilantunkan oleh dua putrinya yang menanjak remaja, Clara Panggabean dan Grace Panggabean. Clara dan Grace adalah aktivis gereja. “Anak saya ini kebetulan bercita-cita jadi lawyer untuk menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran di negeri tercinta ini,” pungkas Jhon yang sudah membuat album rohani Yesus Pasti Menolongmu ini. KL    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here