Frans Meroga Panggabean, M.M., MBA. Termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2020 Pilihan NARWASTU”

90
Frans Meroga Panggabean, M.M., MBA. Peduli pembangunan

Narwastu.id – Majalah NARWASTU yang kita cintai ini, setiap akhir tahun selalu hadir dengan sajian khusus, yakni menampilkan “21 Tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU” selain menyajikan tulisan-tulisan seputar Natal dan menyambut tahun baru. Seperti tahun-tahun lalu, tokoh-tokoh yang ditampilkan ini merupakan figur yang pernah diberitakan di majalah ini. Dan mereka dinilai Tim Redaksi Majalah NARWASTU figur yang inspiratif, mampu memotivasi, Pancasilais dan peduli pada permasalahan gereja dan masyarakat. Ke-21 figur ini diseleksi Tim Redaksi NARWASTU dari 100 lebih tokoh Kristiani yang pernah dipublikasikan Majalah NARWASTU.

Dan ada di antaranya berlatar belakang rohaniwan, akademisi, pakar hukum, pimpinan partai politik, wakil rakyat, pimpinan gereja, motivator, pejabat negara, jenderal purnawirawan, pengusaha, pimpinan ormas Kristen dan jurnalis. Majalah NARWASTU menilai mereka adalah sosok-sosok berpengaruh dan bisa menjadi teladan di tengah masyarakat. “Tokoh-tokoh yang kami tampilkan ini dikenal karena aktivitasnya yang menginspirasi, punya ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang inovatif, mencerahkan, bahkan kontroversial, sehingga tak jarang jadi pembicaraan publik atau pemberitaan di media,” kata Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos, kepada pers baru-baru ini di Jakarta.

“Tokoh Kristiani yang ditampilkan ini, kembali kami garisbawahi merupakan sosok yang pernah muncul dalam pemberitaan majalah ini. Dan mereka pernah ‘membuat berita’ atas kiprah atau kegiatannya yang positif. Ke-21 tokoh ini bukanlah figur yang sempurna, karena mereka pun manusia biasa. Namun kami menilai mereka insan-insan Indonesia yang ikut membangun peradaban di tengah masyarakat dan bisa menularkan nilai-nilai kebaikan atau hal-hal yang positif pada sesama. Dan ke-21 tokoh ini sudah kami seleksi sejak Agustus 2020 lalu, dan profil singkat yang dipublikasikan ini merupakan apresiasi kami sebagai insan media bagi mereka di akhir tahun 2020 ini,” pungkas Jonro Munthe, yang merupakan lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta, alumni Lembaga Pendidikan Pers Doktor Soetomo (LPPDS) Jakarta, dan peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009 dari Majelis Pers Indonesia.”

Ke-21 tokoh Kristiani 2020 pilihan Majalah NARWASTU kali ini, yakni (1) Mayjen TNI (Purn.) Jan Pieter Ate, M.Bus, M.A., (Mantan petinggi di Kementerian Pertahanan RI), (2) Febry Calvin Tetelepta, M.H. (Deputi I Kantor Staf Presiden RI), (3) Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST (Teolog HKBP), (4) Pdt. Wilhelmus Latumahina/alm. (Pencipta lagu “Hidup ini Adalah Kesempatan“), (5) Kamaruddin Simanjuntak, S.H. (Pengacara), (6) Dr. Rofinus Neto Wuli, Pr. S.Fil., M.Si (Rohaniwan), (7) Hulman Panjaitan, S.H., M.H. (Pakar hukum), (8) Yunie Murwatie, S.E., CTM (Pengusaha), (9) Dr. Sahat HMT Sinaga, S.H. (Penatua gereja dan notaris), (10) Derman P. Nababan, S.H., M.H. (Hakim Pengadilan Negeri), (11) Pdt. Nicodemus Sahbudin, M.Th, M.A. (Pemuka masyarakat Dayak dan rohaniwan), (12) Danang Priyadi, M.M. (Motivator), (13) Darwis Manalu (Pengusaha dan penatua gereja), (14) Dr. Ir. Rahmat Manullang, M.Si (Cendekiawan), (15) Frans M. Panggabean, M.M., MBA (Pengusaha), (16) Dwi Sapta Sedewa Brata (Cendekiawan), (17) Murfati Lidianto, S.E., M.A. (Anggota DPRD Kota Bekasi), (18) Maretta Dian Arthanti (Anggota DPRD Banten), (19) Dr. Ir. Martuama Saragi, M.M. (Tokoh masyarakat), (20) Drs. Paul Maku Goru, M.M. (Jurnalis senior), dan (21) Sahat M.P. Sinurat, S.T., M.T. (Pimpinan ormas Kristen).

Melalui Nasari Group Berkontribusi untuk Masyarakat

Pria Batak ini punya nama yang cukup panjang, Frans Meroga Surung Raja Panggabean, M.M., MBA. Dan hari-harinya terisi dengan berbagai aktivitas, baik kegiatan sosial, bisnis dan organisasi. Pria Batak kelahiran Semarang, 27 Mei 1971 ini boleh disebut figur anak muda Indonesia yang peduli pada persoalan gereja dan masyarakat. Ketika negeri ini dilanda wabah Covid-19 ia tergerak untuk ikut memotori gerakan membagi sejuta masker dan APD di tengah masyarakat dan sejumlah rumah sakit bersama Nasari Group. Nasari Group kini dipimpin ayahandanya, Sahala R.H. Panggabean, MBA, yang dikenal juga pengusaha tangguh dan tokoh koperasi nasional.

Frans mengatakan, di saat bangsa kita menghadapi masalah kesehatan yang cukup berat, seperti pandemi Covid-19, kita mesti ikut peduli. “Ini gerakan kemanusiaan yang dimotori Nasari Group. Dan masker yang dibagi-bagikan dan APD disalurkan ke banyak tempat, termasuk rumah sakit tanpa melihat apa agama atau latar belakang yang dibantu. Ini semata-mata gerakan kemanusiaan, sebagai wujud cinta pada bangsa ini,” ucap Executive Co-Chairman di Nasari Group ini.

21 Tokoh Kristiani 2019 Pilihan Majalah NARWASTU saat menerima penghargaan di Graha Bethel, Jakarta Pusat, pada 11 Januari 2019. Pemberian penghargaan seperti ini sudah dimulai sejak 2007 lalu di Gedung LPMI, Jakarta Pusat.

Menurut Frans, aksi kemanusiaan yang dilakukan NASARI Group untuk membantu masker dan APD baru-baru ini sudah dilakukan di wilayah DKI Jakarta, seperti di Rumah Sakit Umum (RSU) Tarakan, RS PGI Cikini, RSU Persahabatan, RS Budi Asih, RS Pasar Minggu, RS Pondok Kopi dan sejumlah rumah sakit lainnya. “Kita membantu semua umat beragama, karena ini bencana yang menimpa umat manusia, jadi sifatnya aksi kemanusiaan. Dan diaspora lulusan Amerika Serikat, baik pelajar, mahasiswa dan profesional kita ajak juga agar ikut membantu aksi kemanusiaan ini. Dan mereka berasal dari berbagai kampus,” katanya.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos diwawancarai wartawan TV, media cetak dan online di sebuah acara pemberian penghargaan kepada 21 tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU.

Sebagai pengusaha yang visioner dan nasionalis, Frans juga tak lupa mengajak para pengusaha Indonesia lainnya supaya ikut membantu masyarakat untuk pengadaan masker dan APD. “Kami mengajak semua elemen bangsa, seperti pengusaha yang punya rezeki ayo ikut membantu. Pemerintah harus kita bantu,” katanya semangat. Ada empat gerakan yang dilakukan NASARI Group terkait dengan misi kemanusiaan  ini, seperti disampaikan Frans. Pertama, membantu 1 juta masker yang dikerjakan oleh binaan NASARI di UMKM. Kedua, menyiapkan 100 APD juga diberikan untuk dikerjakan UMKM. Ketiga, aksi pembagian sembako  sebanyak 10.000 hingga 15.000 paket. “Walaupun pemerintah sudah membantu, tapi kita sebagai anak bangsa mesti ikut meringankan beban pemerintah. Terutama yang dibantu itu yang bekerja di sektor informal. Keempat, pada akhir Juli 2020 atau awal Agustus 2020 akan dilakukan penyemprotan disinfektan terhadap 1.000 sekolah dan pesantren. “Penyemprotan perlu dilakukan, tanpa melihat apa agama yang dibantu, karena kita sesama anak bangsa. Kita satu bangsa, jadi harus saling membantu,” pungkas Frans Panggabean.

Suami tercinta Sari Gantini Hutagalung ini, tergolong pula anak muda yang cerdas dan haus ilmu. Selain ia pernah kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, ia pun pernah kuliah di UI Jakarta dan University of Grenoble-France dan Amerika Serikat. Tak heran, kalau ilmunya itu kemudian diterapkannya saat pulang ke Indonesia. Sedangkan pendidikannya ia ikuti di SD Paulus, Bandung, SMP Aloysius, Bandung, dan SMA Negeri 2, Bandung. Di Nasari Group ia pernah menjadi auditor, pemimpin cabang Bandung, direktur operasional dan Direktur Keuangan PT. Nasari Indonesia. Ia pun pernah dipercaya sebagai Direktur Utama PT. Naasih Utama. Dan hingga sekarang di KSP Nasari dipercaya sebagai direktur utama.

Sedangkan di kancah organisasi, ia sekarang aktif sebagai Ketua Bidang Publikasi dan Informasi Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (ASKOPINDO), Ketua Umum Barisan Ekonomi Rakyat Solidaritas Indonesia Hebat (BERSIH), Direktur Executive Generasi Optimis Research dan Consulting (GORC) Indonesia, Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pendiri dan Ketua Dewan Pengawas Visi Unggul Indonesia dan Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI). Penulis buku “The Ma’ruf Amin Way: Keadilan, Keumatan, Kedaulatan” ini pernah pula menjadi Caleg DPR-RI dari Dapil Jawa Barat IV di Pemilu 2019. Ia pun sudah memperoleh sertifikasi Certified Internal Auditor (CIA) Loyola Marymount University Los Angeles, California, Amerika Serikat, dan sertifikasi Certified in Risk Management Assurance (CRMA) Global Institute of Internal Auditor. Selain itu, ia pernah memperoleh penghargaan dari BTN Property Awards 2016 Kategori Fast Growing Developer PT. Naasih Utama untuk proyek Viyasa Valley, Bogor.

Selama ini, Frans selain aktif menyuarakan ekonomi kerakyatan, ia pun giat bersama koleganya di Visi Unggul Indonesia untuk memberi edukasi kepada publik, baik seputar ekonomi maupun politik. Bahkan, mereka sering menggelar seminar lewat webinar untuk memberi pencerdasan politik terhadap warga gereja. Dan pembicara-pembicara yang mereka tampilkan pun para pakar yang tidak diragukan lagi kapasitasnya. Berbicara tentang obsesi, pria berusia 40 tahun ini mengatakan, ia ingin melakukan perubahan di kampung halamannya di Sumatera Utara. Anggota jemaat HKBP Rawamangun, Jakarta Timur, ini mengatakan, anak-anak muda kita harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif. Makanya, beberapa kali mereka pun sudah menggelar seminar tentang pengembangan wisata Danau Toba, yang diharapkan bisa menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang mendunia.

Dan bersama ayahandanya, Sahala Panggabean mereka pun telah mendirikan sebuah lembaga pendidikan pariwisata di Tarutung, dan diharapkan lewat lembaga itu bisa dilahirkan anak-anak muda yang menguasai teknologi informasi, Bahasa Inggris dan entrepreunersip. “Anak-anak muda kita kalau ingin maju harus mau dididik. Kita harus bisa seperti bangsa-bangsa lain, yang mandiri dan tangguh. Namun di sisi lain, gereja pun mesti mempersiapkan anak-anak muda agar iman dan mentalnya tangguh serta mandiri,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here