
Narwastu.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, etika dalam bermedia sosial (Bermedsos) menjadi isu yang semakin penting. Hal tersebut menjadi fokus utama dalam webinar bertajuk “Pancasila Sebagai Landasan Etika dalam Bermedia Sosial” yang diadakan pada Kamis, 23 Januari 2026 pukul 13.00 WIB melalui media zoom. Kurang lebih yang ikut bergabung dalam webinar ini 100 peserta dari internal kampus dan peserta umum serta dihadiri oleh para wartawan Indonesia.

Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular, Jakarta, pengampu mata kuliah Pancasila Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. Kepanitiaan ini dibentuk dari semangat mahasiswa dalam berbagi, yang diketuai oleh Sri Widyaningsih. Webinar ini tidak saja sekadar berbagi materi dari para narasumber, namun ada sisi lain yang turut membanggakan, yaitu ada donasi para peserta webinar untuk para korban yang terkena musibah banjir.

Webinar ini menghadirkan Kesit Budi Handoyo (Ketua Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Jaya) sebagai narasumber utama, bersama Serepina Tiur Maida (Praktisi Komunikasi, Pendidikan dan Media), yang mengulas tantangan dan tanggung jawab masyarakat digital di era ketika 82 persen populasi Indonesia telah terhubung dengan internet. Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat di ruang digital, sekaligus menegaskan urgensi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam berinteraksi di media sosial.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik, Ir. Retno Wardani, M.M., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi digital berbasis nilai kebangsaan, khususnya bagi generasi muda dan civitas akademika. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter dan etika agar ruang digital tidak menjadi sumber konflik sosial. Ketua PWI Jaya dalam paparannya menyoroti peran media dan jurnalisme dalam menjaga ruang publik digital yang sehat. Ia menegaskan, Pancasila dapat menjadi kompas moral dalam menghadapi maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi di media sosial.
Sementara itu, Serepina menekankan etika bermedia sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau media, tetapi juga seluruh pengguna internet. Nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial dinilai relevan sebagai pedoman bersikap di dunia digital. Kegiatan webinar ini dipandu oleh Sri dan Fatih diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, dosen dan masyarakat umum. Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membahas praktik bermedia sosial yang bijak dan beretika.

Selain itu, panitia membagikan gift kartu kelas public speaking dan pendidikan untuk penanya yang aktif dari sponsor media kreatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan etika dalam bermedia sosial, sehingga ruang digital Indonesia dapat menjadi ruang yang sehat, beradab, dan mencerminkan jati diri bangsa. STH

























