Narwastu.id – Perayaan Natal keluarga besar Punguan Toga Gultom dohot Boruna Se-Jadetabek sukses digelar pada Minggu, 7 Desember 2025 di Gedung Sopo Marpingkir HKBP, Jakarta Timur. Perayaan Natal ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Matius 1:21-24)”, dan sub tema “Melalui perayaan Natal Punguan Toga Gultom dohot Boruna Se-Jadetabek, kiranya Allah Bapa hadir membawa damai sukacita dan keselamatan di tengah-tengah Toga Gultom dohot Boruna Se-Jadetabek.” Acara diawali dengan lagu pujian Natal yang dilanjutkan dengan pembacaan liturgi penciptaan dan liturgi kedatangan Juru Selamat yang dilakukan mulai dari anak-anak, remaja, kaum ibu dan kaum bapak.


Ibadah Natal kian terasa syahdu saat kisah kelahiran Tuhan Yesus ke dunia lewat drama yang dimainkan oleh anak-anak dan kaum remaja. Dalam penggalan kisah tersebut para jemaat diingatkan kembali tentang Yesus datang ke dalam dunia dengan kesederhanaan walaupun Ia adalah Raja dari segala raja. Makna kelahiran Sang Juru Selamat kian dipertegas melalui khotbah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Pertimbangan PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th yang terambil dari Injil Matius 1:21-24. Ia mengatakan, peradaban manusia semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang ada. Namun dari perkembangan teknologi tersebut justru tanpa disadari dapat memantik konflik antara sesama, termasuk di dalam keluarga hanya karena hal yang sepele.


“Kita hidup dalam peradaban di era teknologi hingga kerap membuat kita ‘terjebak’ hidup dalam kegelapan/kematian. Salah satu akarnya karena kecenderungan kita terhadap keinginan sendiri ketimbang taat kepada Tuhan. Pilihlah taat kepada-Nya agar dapat merasakan karya Tuhan,” tukas mantan Ketua Umum PGI (2019-2024).

Lebih lanjut, Pdt. Gomar Gultom menuturkan, kelahiran Yesus dimulai dari keluarga lewat Yusuf dan Maria. Allah bekerja untuk penciptaan dan penyelamatan dari keluarga. Sayangnya, krisis keluarga tengah terjadi, dan kehilangan nilai-nilai luhur seperti kesetiaan, tanggung jawab yang semakin luntur terutama untuk meluangkan waktu untuk berdoa dan membaca firman Tuhan “Di tengah kerapuhan keluarga Allah hadir untuk menyelamatkan lewat teladan Yusuf dan Maria. Walaupun pada saat itu Yusuf dan Maria tengah menghadapi pergumulan, sama seperti kita. Namun Yusuf dan Maria memilih untut taat kepada kepala keluarga. Arti kepala keluarga di sini adalah Kristus. Yusuf dan Maria saling bekerjasama dengan berlandaskan pengertian dan cinta kasih, sehingga mereka bisa menjadi saluran berkat. Lewat tema Natal kita kembali diingatkan bahwa keluarga harus saling mengasihi/peduli satu sama lain karena dengan dengan demikian sedang terjadi perjumpaan dengan Allah yang menjadi makna Natal sesungguhnya,” ucap pendeta asal Sinode HKBP yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani Inspiratif 2018 Pilihan Majalah NARWASTU” itu di akhir khotbahnya.
Ibadah dilanjutkan dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Dr. Lasmaida Gultom, S.E., MBA., Ph.D serta persembahan lagu puji-pujian Natal. Sekadar tahu, Pdt. Dr. Lasmaida Gultom yang merupakan mantan pejabat di OJK-RI merupakan salah satu dari “21 Tokoh Kristiani Inspiratif 2019 Pilihan Majalah NARWASTU.” Perayaan Natal dapat terselenggara dengan baik, karena kolaborasi para natua-tua/orang tua dan naposo bulung/pemuda Toga Gultom dan Boruna Se-Jadetabek. Salah satu naposo yang didapuk sebagai Ketua Panitia Natal, Dion Gultom mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan Yesus bahwa perayaan Natal yang telah direncanakan jauh-jauh hari ini bisa berjalan dengan baik. Senada dengan hal ini, Ketua Toga Gultom dohot Boruna Se-Jadetabek (2024-2029), Mangara Gultom, S.E., memberikan apresiasi kepada seluruh Pomparan Toga Gultom. “Bersyukur bisa merayakan Natal bersama. Atas nama Ketua Punguan Toga Gultom mengucapkan terima kasih terlebih atas kasih Tuhan. Dan untuk para generasi muda kiranya senantiasa menjaga nama baik besar Toga Gultom,” ujarnya.
Perayaan Natal yang dihadiri oleh seluruh Toga Gultom dan Boru (Hutatoruan, Hutapea, Hutabagot dan Hutabalian) nampak jelas sukacita dan damai sejahtera terpancar dari wajah mereka. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban bencana alam dan tanah longsor di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat), selain hasil kolekte, ada juga donasi khusus yang digalang secara spontan, dan akan disumbangkan langsung kepada mereka yang membutuhkan. Selesai perayaan Natal, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan untuk meningkatkan tali persaudaran antar anggota punguan. BTY

























