Natal Nasional 2025 Diharapkan Bersahaja, Efektif dan Berdampak Sosial

33
Para tokoh mendukung Natal Nasional 2025.

Narwastu.id – Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait menyampaikan komitmennya untuk menyiapkan perayaan Natal Nasional yang bersahaja, efektif, dan memprioritaskan dampak sosial. Hal tersebut disampaikan saat rapat Panitia Natal Nasional 2025 di Graha Oikoumene Jakarta, pada Minggu, 16 November 2025.

“Natal kali ini harus sederhana, tetapi berdampak. Tempatnya sederhana, dan perayaannya tidak dibuat mewah,” jelas Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI dan kader Partai Gerindra itu.

Maruarar Sirait (Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025)

Ia menambahkan pesan yang disampaikan oleh Presiden RI Prabowo untuk menghadirkan perayaan yang sederhana, namun berdampak bagi masyarakat. Ia juga memastikan bahwa anggaran kegiatan tidak bersumber dari APBN maupun BUMN, tetapi hasil gotong royong berbagai pihak. Menurutnya, komitmen untuk memperbesar dampak sosial melalui alokasi anggaran, dan 70 persen anggaran untuk bantuan sosial dan hanya 30 persen untuk perayaan. Bantuan yang direncanakan meliputi beasiswa bagi masing-masing 100 anak di 10 provinsi, pembagian masing-masing 1.000 paket sembako di 10 provinsi, serta undangan khusus masing-masing 500 orang untuk koster, guru sekolah minggu, anak yatim piatu, dan kelompok disabilitas.

UMKM akan diberdayakan sebagai penyedia konsumsi dan panitia juga berencana mengundang artis-artis daerah yang berkembang di platform digital, agar mereka ikut merasakan dampak ekonomi dari perayaan ini. Salah satu gagasan yang disampaikan Ara Sirait, begitu panggilan putra pendiri PDIP Sabam Sirait (Alm.) ini adalah mengarahkan persembahan Natal bagi rakyat Palestina. Hal ini sebagai bentuk kemanusiaan. Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty dalam khotbahnya di awal pertemuan menyinggung tema Natal 2025 yang diangkat oleh  PGI dan KWI, yakni “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” (Bdk. Matius 1:21-24).

Menurutnya, saat ini banyak keluarga menghadapi berbagai kerentanan sosial, seperti pinjaman online,  judi online, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, hingga keterasingan keluarga akibat kesulitan ekonomi, untuk itu Ia mengajak gereja-gereja hadir di tengah-tengah keluarga. “Semua itu adalah suara kebaikan yang memanggil kita untuk melampaui batas-batas denominasi. Kita harus hadir menemani keluarga-keluarga yang rentan melalui tindakan nyata,” katanya. Ia pun mengajak gereja-gereja di Indonesia menjadi komunitas pengharapan, sebuah representasi dari masa depan alternatif yang dibutuhkan dunia, terutama ketika masyarakat kerap dibayangi rasa putus asa. “Natal adalah perayaan hadirnya terang sejati, terang Kristus, yang memampukan gereja menyatakan kebaikan dan keadilan secara nyata dalam kehidupan sosial,” tukasnya. Ibadah dan perayaan Natal Nasional 2025 akan diadakan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026 dan akan dihadiri oleh Presiden Prabowo. KL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here