Narwastu.id – Dalam rangka menampung arahan dan masukan terkait tema Natal PGI-KWI 2025, yaitu “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Bdk. Matius 1:21-24), yang akan digunakan sebagai tema perayaan Natal Nasional 2025, Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait beserta jajaran, menemui MPH-PGI (Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) di Graha Oikoumene, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025. “Tema Natal PGI-KWI 2025 sangat luar biasa, sebab itu kami perlu bantuan dari PGI dan KWI supaya dapat visi besarnya dari tema tersebut, sehingga panitia bisa nyambung dan tidak keluar dari tema,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini di awal pertemuan.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, M.A. menyampaikan, tema Natal PGI-KWI 2025 dirumuskan berdasarkan kajian dan data dari sejumlah lembaga terkait kondisi sosial yang ada di masyarakat, terlebih ketahanan keluarga sekarang ini semakin rapuh.
“Rapuh karena judi online, pinjaman online, serta adanya gap komunikasi antargenerasi di tengah keluarga, kesehatan mental, orang tua tunggal, dan lain-lain. Padahal keluarga, yang adalah unit terkecil dari gereja dan bangsa yang harus diperhatikan,” paparnya.
Sebab itu, ia pun mengingatkan pentingnya pesan dalam tema Natal itu dapat diimplementasikan dalam seluruh elemen perayaan Natal Nasional 2025, tidak hanya khotbah, tetapi juga puji-pujian, bahkan disain dekorasi tempat acara.
Hal senada disampaikan Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, M.Th. Ia berharap perayaan Natal Nasional 2025 bermakna bagi bangsa dan negara, yang dimulai dari keluarga. “Selamat kepada Pak Maruarar Sirait dan teman-teman yang telah dipercaya sebagai panitia. Kita percaya Natal kali ini akan berbeda. Kami doakan dan mendukung agar berjalan dengan baik, dan yang penting ini bermakna bagi bangsa dan negara, yang dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen RI Dr. Jeane Marie Tulung, yang turut hadir dalam pertemuan, juga mengharapkan agar pesan Tema Natal PGI-KWI 2025 dapat diimplementasikan tidak hanya di acara perayaan, tetapi juga setiap rangkaian kegiatan yang disusun oleh panitia.
“Bagaimana pesan dari tema tersebut dapat diimplemetasikan dalam berbagai kegiatan, tidak hanya di acara puncaknya, tetapi setiap rangkaian kegiatan, pesan dari tema ini harus terus dibawa, dan usul kami seminar bisa dilaksanakan di beberapa titik,” katanya. Sedangkan Ketua Umum PP GMKI, Prima Surbakti, juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap judol dan pinjol yang kini telah menjalar ke kalangan generasi muda Kristen. Sebab itu, ia berharap agar perayaan Natal tahun ini juga bermakna bagi generasi muda di tengah tantangan yang dihadapi sekarang ini.
Di akhir pertemuan, Maruarar Sirait menyampaikan terima kasih untuk seluruh masukan yang telah diberikan, dan sama-sama berharap perayaan Natal Nasional 2025 ini memberi makna bagi bangsa dan negara, terkhusus bagi keluarga, sebagaimana yang menjadi fokus dari tema Natal PGI-KWI 2025.
Menurutnya, panitia merancang perayaan Natal Nasional 2025 tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga memiliki dampak positif bagi masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM. “Perayaan Natal 2025 diharapkan bermakna bagi kebijakan negara, juga UMKM masyarakat setempat. Diusahakan bisa membuat bahagia ada dampak ekonominya bagi pengrajin, tukang jualan, ekonomi lokal kita dahulukan,” tukasnya. Diinformasikan pula, ada delapan lokasi yang diusulkan oleh panitia sebagai tuan rumah Natal Nasional 2025, yakni Jakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Utara (Sumut), Papua, Maluku, Sulawesi Utara (Sulut), Kalimantan Barat (Kalbar), serta Tana Toraja. KL

























